Mengenal Pentingnya Internal Link Dalam Artikel Kamu

1 menit

Bagi kamu seorang internet marketer, istilah “internal link” sudah tidak asing lagi. Internal link memberikan banyak manfaat bagi artikel kamu. Mari berkenalan dengan internal link.

Apa itu Internal Link?

Internal link merupakan link yang mengarah dari sebuah halaman menuju halaman lain di dalam website yang sama, dimana kedua halaman tersebut saling berhubungan.

Internal link berkaitan dengan anchor text. Anchor text yaitu teks yang berisi link yang saling berkaitan. Ketika kamu akan memasukkan link kedalam sebuah artikel, masukkan pada anchor text tersebut.

Contoh: Untuk membantu kamu melakukan optimalisasi SEO. Terdapat beberapa tips menulis konten untuk optimalisasi SEO agar website kamu berada di halaman pertama pada mesin pencarian.

Berdasarkan contoh diatas dapat kamu perhatikan, kalimat “tips menulis konten untuk optimalisasi SEO” merupakan anchor text yang berisi link tertentu.

Penggunaan kata-kata untuk anchor text akan memberikan nilai bagi pembaca. Anchor text yang salah akan berdampak buruk terhadap SEO. Contoh penggunaan anchor text yang salah seperti “di sini’, “di sana”, “ini” atau “itu”.

Kenapa Internal Link Itu Penting?

1. Meningkatkan SEO

Ketika kamu memasukkan internal link pada sebuah artikel. Secara otomatis kamu juga menyertakan artikel lain pada artikel tersebut. Tentu hal ini membuat mesin pencarian mengindeks 2 artikel sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu internal link sangat berpengaruh terhadap SEO kamu.

2. Meningkatkan Visibilitas Artikel

Seiring berjalannya waktu, artikel dalam sebuah website akan terus bertambah. Beberapa artikel yang lama akan tenggelam oleh artikel terbaru kamu. Dengan internal link, kamu dapat memasukkan artikel lama pada link tersebut. Sehingga artikel lama bisa kembali muncul.

Semakin banyak artikel yang saling berhubungan, maka visibilitas artikel kamu akan semakin baik.

3. Mengurangi Tingkat Bounce Rate Website

Dengan adanya artikel yang saling berhubungan. Akan membuat pembaca membaca artikel lain. Tanpa kita sadari dengan internal link akan membuat pengunjung berlama-lama berada pada website kamu. Tentunya hal ini akan mengurangi bounce rate website kamu. Bounce rate yaitu persentase pengunjung yang meninggalkan website setelah membuka satu halaman saja.

Semakin tinggi tingkat persentase bounce rate website kamu, maka Google akan beranggapan bahwa website kamu tidak memberikan manfaat bagi pengunjungnya.

Bagaimana cara membuat internal link?

Membuat internal link dapat dilakukan secara manual atau menggunakan plugin pada WordPress.

Untuk membuat internal link secara manual. Tinggal memasukkan link artikel terkait pada anchor text. Kamu dapat mengatur penggunaan internal link pada artikel kamu. Penggunaan internal link secara berlebihan juga akan berdampak buruk terhadap SEO.

Sedangkan plugin yang bisa digunakan adalah Better Internal Link Search. Plugin ini dapat membuat internal link secara otomatis dari beberapa artikel sebelumnya dan relevan dengan artikel yang kamu. Plugin ini akan s

Perhatikan 3 hal berikut ketika membuat internal link:

  • Buat internal link ke halaman yang saling berkaitan.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan internal link dalam sebuah artikel.
  • Gunakan anchor text yang tepat.

Berdasarkan penjelasan diatas, seharusnya kamu dapat memasukkan internal link pada artikel yang kamu tulis. Namun, perlu diingat untuk tidak terlalu berlebiha n menggunakan internal link. Penggunaan internal link yang berlebihan akan dianggap “spam” oleh mesin pencarian.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *