7 Checklist KPI Google Ads yang Wajib Dicek Setiap Minggu
durasi baca : 3 menit
Menjalankan iklan di Google bukan hanya soal membuat campaign lalu menunggu hasilnya. Agar anggaran iklan tidak terbuang sia-sia, kamu perlu rutin memantau KPI Google Ads setiap minggu. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah performa iklan sudah sesuai target atau justru membutuhkan optimasi.
Sayangnya, masih banyak pengiklan yang hanya fokus pada jumlah klik. Padahal, ada beberapa indikator lain yang sama pentingnya untuk mengukur keberhasilan sebuah campaign, mulai dari CTR, CPC, conversion rate, hingga ROAS. Lalu, apa saja KPI Google Ads yang wajib diperhatikan? Simak penjelasannya berikut ini.
7 Checklist KPI Google Ads yang Wajib Dicek Setiap Minggu
Agar kampanye Google Ads memberikan hasil yang maksimal, kamu tidak cukup hanya melihat jumlah klik atau biaya yang dikeluarkan. Ada beaberapa KPI Google Ads yang perlu dipantau setiap minggu untuk mengetahui apakah iklan sudah berjalan sesuai target atau masih memerlukan optimasi.
Berikut tujuh KPI yang paling penting beserta contohnya.
1. Impression
Impression adalah jumlah berapa kali iklan kamu ditampilkan kepada pengguna, baik di halaman hasil pencarian Google (SERP), Google Maps, maupun jaringan Google lainnya. Perlu diingat, impression tidak berarti iklan diklik, melainkan hanya menunjukkan bahwa iklan berhasil muncul di layar pengguna.
Sebagai KPI, impression berguna untuk mengukur seberapa luas jangkauan iklan dan apakah banyak orang yang mencari kata kunci yang ditargetkan. Misalnya, dalam satu minggu iklan kamu memperoleh 15.000 impression.
Artinya, iklan tersebut telah tampil sebanyak 15.000 kali kepada pengguna. Jika impression masih rendah, kamu bisa mempertimbangkan untuk memperluas target keyword atau meningkatkan anggaran iklan.
2. Click
Click menunjukkan berapa kali pengguna mengklik iklan setelah melihatnya. Setiap satu klik akan dihitung sebagai satu interaksi oleh Google Ads. Semakin banyak klik yang diperoleh, semakin besar peluang pengguna mengunjungi website atau landing page kamu.
Sebagai KPI, jumlah klik menjadi dasar untuk menghitung metrik lain seperti CTR dan CPC. Contohnya, jika iklan tampil sebanyak 10.000 kali dan menghasilkan 600 klik, berarti ada 600 orang yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk atau layanan yang ditawarkan.
3. Conversion
Conversion adalah tindakan yang berhasil dilakukan pengguna setelah mengklik iklan. Bentuk konversi dapat disesuaikan dengan tujuan bisnis, misalnya pembelian produk, pengisian formulir, klik tombol WhatsApp, panggilan telepon, atau pendaftaran akun.
Sebagai KPI, conversion merupakan indikator utama keberhasilan kampanye karena menunjukkan apakah iklan benar-benar menghasilkan tindakan yang diinginkan.
Misalnya, dari 500 klik, terdapat 40 orang yang melakukan pembelian. Berarti iklan tersebut berhasil menghasilkan 40 konversi yang bernilai bagi bisnis.
4. Cost
Cost adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan iklan Google Ads. Sistem Google Ads menggunakan metode Pay Per Click (PPC), sehingga biaya akan dikenakan ketika seseorang mengklik iklan, bukan hanya saat iklan ditampilkan.
Sebagai KPI, cost membantu mengukur efisiensi penggunaan anggaran. Misalnya, selama satu minggu kamu menghabiskan Rp2.500.000 untuk satu campaign.
Data ini kemudian dapat dibandingkan dengan jumlah klik, konversi, maupun pendapatan yang dihasilkan untuk mengetahui apakah biaya tersebut sudah sebanding dengan hasil yang diperoleh.
5. Click Through Rate (CTR)
Click Through Rate (CTR) adalah persentase jumlah klik dibandingkan dengan jumlah impression. Metrik ini menunjukkan seberapa menarik iklan kamu di mata audiens. Rumus CTR adalah:
CTR = (Jumlah Klik ÷ Impression) × 100%
Sebagai contoh, jika iklan memperoleh 10.000 impression dan 500 klik, maka CTR-nya adalah 5%. Semakin tinggi CTR, semakin besar kemungkinan iklan memiliki judul, deskripsi, dan keyword yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Sebaliknya, CTR yang rendah bisa menjadi tanda bahwa iklan perlu diperbaiki agar lebih menarik.
6. Conversion Rate
Conversion Rate adalah persentase pengguna yang melakukan konversi setelah mengklik iklan. Berbeda dengan CTR yang mengukur ketertarikan terhadap iklan, Conversion Rate lebih berfokus pada efektivitas landing page atau halaman tujuan dalam mendorong pengguna melakukan tindakan. Rumus Conversion Rate adalah:
Conversion Rate = (Jumlah Konversi ÷ Jumlah Klik) × 100%
Misalnya, dari 400 klik terdapat 20 transaksi, maka Conversion Rate yang diperoleh adalah 5%. Jika Conversion Rate rendah, penyebabnya bisa berasal dari landing page yang kurang menarik, proses checkout yang rumit, atau penawaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
7. Cost per Click (CPC)
Cost per Click (CPC) adalah rata-rata biaya yang dibayarkan setiap kali seseorang mengklik iklan. Besarnya CPC dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat persaingan keyword, strategi bidding, kualitas iklan, dan relevansi landing page. Rumus CPC adalah:
CPC = Total Biaya ÷ Jumlah Klik
Sebagai contoh, jika total biaya iklan adalah Rp1.500.000 dan menghasilkan 750 klik, maka CPC yang diperoleh adalah Rp2.000 per klik. Sebagai KPI, CPC membantu mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan setiap pengunjung masih efisien atau perlu dioptimalkan.
Tanda Google Ads Sudah Berhasil
Setelah rutin memantau KPI Google Ads, langkah berikutnya adalah mengetahui apakah kampanye yang dijalankan benar-benar memberikan hasil yang baik.
Keberhasilan Google Ads tidak hanya dilihat dari banyaknya klik, tetapi juga dari berbagai indikator yang menunjukkan bahwa iklan mampu mencapai tujuan bisnis. Berikut beberapa tanda bahwa Google Ads kamu sudah berhasil.
A. Jumlah Klik Terus Meningkat
Salah satu tanda paling mudah dilihat adalah jumlah klik yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan bahwa iklan kamu berhasil menarik perhatian target audiens.
Namun, pastikan klik yang diperoleh berasal dari orang yang memang berpotensi menjadi pelanggan, bukan sekadar pengunjung biasa.
B. CTR Memiliki Nilai yang Baik
CTR (Click Through Rate) yang tinggi menandakan bahwa judul, deskripsi, dan keyword yang digunakan sudah relevan dengan apa yang dicari pengguna.
Semakin tinggi CTR, semakin besar peluang pengguna tertarik untuk mengunjungi website kamu. Sebaliknya, jika CTR rendah, mungkin kamu perlu memperbaiki isi iklan agar lebih menarik.
C. Konversi Terus Bertambah
Google Ads bisa dikatakan berhasil jika tidak hanya menghasilkan klik, tetapi juga menghasilkan konversi.
Misalnya, semakin banyak orang yang melakukan pembelian, mengisi formulir, menghubungi WhatsApp, atau menelepon setelah melihat iklan. Artinya, iklan berhasil mendorong pengguna untuk melakukan tindakan yang diinginkan.
D. Conversion Rate Meningkat
Selain jumlah konversi, perhatikan juga Conversion Rate. Jika persentase pengunjung yang melakukan pembelian atau tindakan lainnya semakin tinggi, berarti landing page dan penawaran yang kamu berikan sudah cukup efektif dalam meyakinkan calon pelanggan.
E. Biaya Iklan Tetap Efisien
Kampanye yang berhasil bukan berarti harus menghabiskan anggaran yang besar. Justru sebaliknya, Google Ads yang baik mampu menghasilkan banyak klik dan konversi dengan biaya yang masih sesuai target.
Jika biaya per klik (CPC) atau biaya per konversi (CPA) tetap terkendali, berarti anggaran iklan digunakan secara efisien.
F. Return on Investment (ROI) atau ROAS Positif
Tanda lain yang menunjukkan Google Ads berhasil adalah ketika pendapatan yang dihasilkan lebih besar daripada biaya iklan yang dikeluarkan.
Misalnya, kamu menghabiskan Rp2 juta untuk iklan dan berhasil memperoleh penjualan sebesar Rp10 juta. Hasil seperti ini menunjukkan bahwa kampanye memberikan keuntungan bagi bisnis.
G. Target Bisnis Berhasil Tercapai
Pada akhirnya, keberhasilan Google Ads diukur dari tujuan yang ingin dicapai sejak awal. Jika target kamu adalah meningkatkan penjualan, mendapatkan lebih banyak leads, menambah traffic website, atau meningkatkan brand awareness, maka kampanye dapat dikatakan berhasil ketika target-target tersebut tercapai atau bahkan melampauinya.
Ingin Performa Iklan Terus Meningkat?
Memahami dan memantau KPI Google Ads merupakan langkah penting untuk memastikan kampanye iklan berjalan sesuai target. Ketika seluruh KPI tersebut menunjukkan tren yang positif serta tujuan bisnis mulai tercapai, itu menjadi tanda bahwa strategi Google Ads kamu sudah berada di jalur yang tepat.
Menjalankan Google Ads memang terlihat mudah, tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dibutuhkan strategi yang tepat. Melalui jasa iklan Google dari Whello, setiap kampanye akan dirancang berdasarkan tujuan bisnis kamu, mulai dari riset keyword, penentuan target audiens, hingga optimasi performa secara berkala.
Tim Whello juga menerapkan split testing pada berbagai elemen iklan, seperti judul, deskripsi, dan landing page, sehingga kamu bisa mengetahui strategi mana yang memberikan hasil terbaik.
Selain itu, kamu tidak perlu khawatir soal harga Google Ads, karena anggaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan target bisnis. Yuk gunakan jasa Google Ads Whello saja supaya ga ribet!
Frequently Asked Questions
KPI Google Ads yang utama meliputi Impression, Click, Conversion, Cost, CTR (Click Through Rate), Conversion Rate, dan Cost per Click (CPC).

Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Giras Utomo
SEA Specialist
Kenalin aku Giras Utomo, SEA Specialist di Whello yang jago banget nyusun strategi iklan biar bisnis klien bisa tumbuh maksimal. Yuk belajar iklan!

























