Sekarang ini, menggunakan AI untuk SEO bukan lagi hal baru. AI bisa membantu mempercepat proses kerja untuk SEO dan meningkatkan hasil optimasi. Tapi, ada satu hal penting yang sering dilupakan: hasil dari AI hanya akan sebaik prompt yang kamu berikan.
Ya, kalau kamu tahu cara memberi prompt yang tepat dan strategis, AI bisa menjadi sekretaris yang membantu menulis konten berkualitas tinggi, menghemat waktu, dan tetap ramah algoritma Google.
Namun kalau prompt-nya asal-asalan, hasilnya pun bisa berantakan: keyword tidak nyambung, tone tidak konsisten, dan artikel malah terdeteksi seperti spam. Yuk, kita bahas cara-caranya, prinsip dasarnya, hingga template yang bisa langsung kamu pakai!
Daftar isi
Kenapa Prompt AI Itu Penting untuk SEO?
Sebelum masuk ke teknis, kamu perlu tahu dulu: kenapa sih prompt itu punya pengaruh besar terhadap hasil SEO?
Prompt pada dasarnya adalah instruksi atau perintah yang kamu berikan ke AI. Misalnya, kamu ingin AI menulis artikel tentang “cara menanam cabai di rumah”. Nah, kalau prompt-nya cuma:
“Tolong buat artikel tentang cara menanam cabai.”
Hasilnya mungkin hanya berupa penjelasan umum tanpa struktur SEO yang jelas. Tapi kalau prompt-nya kamu buat lebih detail, seperti:
“Tolong tulis artikel blog 1000 kata berjudul ‘Cara Menanam Cabai di Rumah untuk Pemula’. Gunakan gaya bahasa santai, sertakan langkah-langkah praktis, dan optimalkan keyword ‘cara menanam cabai’ di setiap subjudul. Tambahkan FAQ di akhir.”
Maka hasilnya akan jauh lebih baik dan lebih siap untuk ranking di Google. Dengan prompt yang jelas dan lengkap, AI bisa memahami konteks, target audiens, tone, struktur SEO, bahkan gaya penulisan yang kamu inginkan.
Prinsip-Prinsip Prompt AI yang Efektif untuk SEO
Agar AI bisa benar-benar membantu SEO kamu secara maksimal, kamu perlu memahami beberapa prinsip dasar dalam membuat prompt yang efektif. Prinsip-prinsip ini membantu AI agar sesuai dengan kamu jalankan. Yuk kita bahas!
1. Jelaskan Tujuan dengan Spesifik
Langkah pertama yang paling penting dalam membuat prompt adalah menjelaskan tujuan secara spesifik. AI bukan manusia yang bisa membaca konteks emosional atau intuisi kamu, jadi semua tujuan perlu ditulis dengan jelas.
Jika kamu ingin konten tersebut meningkatkan brand awareness, kamu harus menyebutkannya di awal prompt. Misalnya, kamu ingin membuat artikel yang tujuannya untuk mendatangkan pengunjung baru ke website. Maka prompt-nya bisa seperti ini:
“Tulis artikel blog sepanjang 1500 kata yang bertujuan meningkatkan traffic organik dengan keyword utama ‘kursus digital marketing’. Gunakan gaya bahasa santai dan edukatif, cocok untuk pembaca pemula yang ingin belajar marketing online.”
Dengan prompt seperti itu, AI memahami konteks bahwa artikel harus SEO-friendly, ringan, dan mudah dicerna oleh pemula. Semakin jelas kamu menjelaskan tujuan, semakin tinggi kemungkinan hasilnya sesuai ekspektasi dan strategi SEO.
2. Gunakan Format yang Terstruktur
AI bekerja jauh lebih efisien ketika kamu memberikan struktur yang jelas. Struktur ini berfungsi sebagai “peta” yang membantu AI menyusun konten secara logis dan SEO-friendly.
Misalnya, kamu bisa memberitahu AI bahwa artikel harus memiliki judul (H1), subjudul (H2 dan H3), daftar poin, FAQ, serta paragraf pembuka dan penutup.
Prompt yang terstruktur tidak hanya membantu AI menulis dengan alur yang rapi, tapi juga memudahkan Google dalam memahami hierarki informasi di dalam artikel. Struktur heading seperti H2 dan H3 membantu mesin pencari mengenali bagian penting dan relevansi antar topik.
Contoh prompt-nya:
“Buat artikel dengan struktur H1, H2, dan FAQ. Sertakan paragraf pembuka yang menarik dan penutup yang mengajak pembaca untuk mencoba produk kami.”
3. Sertakan Keyword Utama dan Turunannya
Keyword adalah fondasi dari SEO, jadi kamu harus selalu menyertakan keyword utama dan turunannya (LSI keywords) dalam prompt. Tujuannya agar AI tahu fokus pembahasan dan bisa menyisipkan keyword secara natural tanpa keyword stuffing.
Misalnya:
“Gunakan keyword utama ‘sepatu lari wanita’ dan keyword turunan seperti ‘sepatu jogging wanita’, ‘sepatu olahraga ringan’, serta ‘sepatu running terbaru’.”
Prompt ini akan membantu AI menyebarkan kata kunci dengan proporsi yang tepat di seluruh artikel sehingga tetap enak dibaca manusia tapi juga mudah dikenali oleh mesin pencari.
4. Tentukan Gaya Bahasa dan Audiens
AI sangat fleksibel dalam menyesuaikan gaya bahasa, tapi hanya jika kamu menjelaskannya secara detail. Karena itu, selalu tentukan siapa target audiens dan gaya bahasa apa yang kamu inginkan.
Misalnya, kalau targetmu pelajar atau mahasiswa, gunakan bahasa santai dan ringan. Tapi kalau targetmu profesional atau pelaku bisnis, gunakan bahasa yang lebih formal dan informatif.
Dengan instruksi seperti itu, AI tahu bahwa kontennya harus terdengar lebih relatable dan tidak terlalu teknis. Ini penting karena gaya bahasa yang tepat bisa meningkatkan engagement dan menurunkan bounce rate, dua faktor penting dalam SEO.
Kamu juga bisa menambahkan detail seperti: “Gunakan analogi dan contoh sederhana agar pembaca mudah memahami,” untuk membuat kontenmu semakin menarik dan ramah pembaca.
5. Jelaskan Format Output
AI bisa menghasilkan berbagai jenis output. Karena itu, penting untuk menjelaskan format yang kamu butuhkan.
Kalau kamu tidak menyebutkan formatnya, AI bisa saja menulis dalam gaya esai atau ringkasan akademis yang tidak cocok untuk SEO. Jadi, pastikan kamu memberi tahu dengan detail seperti:
“Tulis dalam format artikel blog dengan paragraf pendek, subjudul jelas, dan kalimat yang tidak terlalu panjang.”
Instruksi semacam ini membuat hasil tulisan lebih enak dibaca di layar ponsel, mudah dipindai oleh pengunjung (scannable content), dan tentunya disukai oleh algoritma mesin pencari Google yang mengutamakan pengalaman pengguna (user experience).
Kalau kamu butuh format lain seperti postingan media sosial atau deskripsi produk, tinggal ubah perintahnya. Contohnya:
“Tulis deskripsi produk 200 kata dengan format poin-poin keunggulan dan satu paragraf ajakan beli.”
6. Gunakan Konteks dan Contoh
AI belajar dari konteks dan pola. Artinya, semakin banyak konteks dan contoh yang kamu berikan, semakin akurat hasilnya. Kamu bisa memberitahu AI seperti apa gaya tulisan yang kamu suka, siapa tokoh referensi kontenmu, atau bahkan menyertakan contoh tulisan yang sudah ada.
Contoh prompt-nya:
- “Tulis artikel dengan gaya seperti blog influencer kecantikan yang informatif, kaya data, dan menggunakan contoh nyata untuk mendukung argumen.”
- “Gunakan gaya seperti blog digital marketing Indonesia yang santai dan mudah dipahami, misalnya seperti tulisan di Niagahoster Blog.”
Dengan memberikan contoh seperti ini, AI akan memahami tone, struktur kalimat, dan kedalaman pembahasan yang kamu harapkan. Ini sangat membantu agar konten tidak terasa seperti robot dan lebih relevan dengan gaya komunikasi target pembaca.
7. Tambahkan Batasan atau Instruksi Tambahan
Terakhir, tambahkan batasan atau instruksi khusus agar hasilnya tetap SEO-friendly dan nyaman dibaca. AI cenderung menghasilkan teks panjang dengan pengulangan kalau tidak diberi batas. Kamu bisa mengatur batasan seperti:
- Jangan mengulang keyword terlalu sering.
- Hindari kalimat pasif.
- Gunakan kalimat maksimal 20 kata.
- Gunakan paragraf maksimal 3 kalimat agar mudah dibaca.
- Hindari istilah teknis tanpa penjelasan.
“Tulis artikel 1200 kata menggunakan kalimat aktif dan maksimal 20 kata per kalimat. Hindari pengulangan keyword berlebihan agar tetap alami.”
Batasan seperti ini membantu menjaga kualitas konten agar tidak terlihat seperti hasil mesin, sekaligus memudahkan pembaca manusia untuk menikmati isi artikelnya.
8. Gunakan Template Prompt dari Whello
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana saat membuat prompt SEO, kamu bisa menggunakan template PROMPT AI Whello. Template ini dirancang khusus oleh tim ahli SEO Whello agar mudah digunakan, bahkan untuk pemula sekalipun.
Dengan menggunakan template ini, kamu tidak perlu lagi menebak-nebak bagaimana cara menulis prompt yang efektif. Cukup masukkan informasi dasar seperti topik, keyword, gaya bahasa, dan tujuan konten, lalu biarkan AI menyusun draft berkualitas tinggi sesuai panduan SEO yang benar.
Tetap Harus Optimasi!
Memanfaatkan AI memang bisa membantu mempercepat pekerjaan SEO. Tapi kalau kamu adalah seseorang yang sibuk menjalankan bisnis dan ingin tetap aktif memproduksi konten berkualitas tanpa harus repot belajar semua teknisnya, menggunakan jasa SEO profesional seperti Whello adalah solusi terbaik.
Selain itu, di tengah maraknya penggunaan AI, hasil yang didukung oleh jasa SEO profesional tetap memberikan dampak yang lebih besar dibanding melakukan optimasi sendiri.
Dengan Whello, kamu bahkan bisa melakukan konsultasi gratis terlebih dahulu sebelum menggunakan jasanya. Yuk hubungi kami sekarang!

Apakah AI bisa menggantikan penulis SEO sepenuhnya?
Walaupun AI bisa membantu mempercepat proses, tapi hasil terbaik tetap datang dari kolaborasi manusia dan AI. Penulis manusia tetap dibutuhkan untuk memberikan sentuhan personal, storytelling, dan analisis mendalam.
Apa tools AI terbaik untuk SEO?
Beberapa tools populer antara lain ChatGPT, Jasper, Copy.ai, dan Writesonic. Namun, efektivitasnya tetap tergantung pada kualitas prompt yang kamu berikan.
Apakah hasil AI bisa langsung dipublikasikan di website?
Bisa, tapi sebaiknya kamu edit dulu. Pastikan tidak ada informasi yang salah, tambahkan internal link, meta tag, dan CTA agar lebih optimal untuk SEO.
Mulai optimasi SEO website bisnismu sekarang!
Dapatkan posisi page 1 Google dan tingkatkan traffic serta revenue pada website bisnis kamu dengan SEO. Konsultasi dengan specialist kami sekarang!
Mulai Konsultasi!Ingin konsultasi
dengan para specialist
Whello?
Tips lainnya dari kami
Apa Itu Parasite SEO dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Sekarang ini, muncul berbagai strategi unik untuk meraih ranking di mesin pencari. Salah satunya adalah Parasite SEO, teknik yang sering dianggap “menunggang” situs orang lain agar bisa naik cepat di hasil
Link Reclamation: Strategi Mengembalikan Backlink yang Hilang
Kadang, backlink penting ke website kita bisa hilang begitu saja, entah karena halaman dihapus, URL berubah, atau link error. Kehilangan backlink ini bisa bikin peringkat SEO turun dan traffic jadi stagnan. Nah, ada strategi link reclamation yang bisa membantu
Follow us on Instagram
Temukan tips bermanfaat digital marketing serta keseruan spesialis Whello dalam menumbuhkan brand, hanya di Instagram @whello.indonesia. Follow, ya!