Outbound link sering dianggap hal sepele dalam SEO. Padahal, jika dipakai dengan strategi yang tepat, justru bisa meningkatkan kredibilitas, kepercayaan pembaca, dan sinyal kualitas konten di mata mesin pencari. Banyak pemilik website ragu menggunakan outbound link karena khawatir membocorkan trafik atau menurunkan ranking, padahal faktanya tidak selalu begitu.
Agar kamu lebih paham, artikel ini akan membahas apa itu outbound link, manfaatnya untuk SEO dan reputasi konten, risiko yang harus dihindari, hingga strategi aman penggunaannya. Yuk kita bahas tuntas!
Daftar isi
Apa Itu Outbound Link?
Outbound link adalah tautan yang mengarah keluar dari website kamu menuju website lain. Dalam konteks SEO, outbound link digunakan untuk menunjuk sumber informasi, referensi, data, atau konten pendukung yang bisa menguatkan topik utama yang sedang dibahas.
Contoh outbound link misalnya:
- Link ke artikel riset resmi
- Link ke website otoritas seperti media nasional atau institusi
- Link referensi data statistik atau riset ilmiah
- Link ke tutorial atau panduan yang relevan
Manfaat Outbound Link Untuk SEO dan Kredibilitas Konten
Outbound link bukan hanya soal mengirim trafik keluar, tetapi ada manfaat dibaliknya:
1. Membangun Kredibilitas Konten
Ketika artikel menyertakan tautan dari sumber terpercaya, halaman terlihat lebih meyakinkan. Semakin jelas sumbernya, semakin tinggi kredibilitasnya.
2. Meningkatkan Trust di Mata Google
Google ingin memberikan hasil terbaik untuk setiap pencarian. Website yang menunjukkan referensi terpercaya dinilai lebih memahami topik dan peduli pada akurasi informasi. Hal ini mendukung E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
3. Menambah Konteks Topik ke Mesin Pencari
Outbound link membantu algoritma memahami topik artikel. Ketika kamu menautkan ke halaman relevan, Google melihat ada “hubungan tema” yang memperkuat sinyal konten.
4. Mendukung Pengalaman Pembaca
Informasi tambahan membuat pembaca merasa terbantu, mengurangi bounce rate, dan meningkatkan kepuasan.
5. Membuka Relasi dengan Website Lain
Dalam beberapa kasus, outbound link bisa menjadi pintu awal kolaborasi backlink, guest post, atau content partnership.
Risiko Outbound Link Jika Dipakai Tanpa Strategi
Outbound link bisa berdampak buruk jika digunakan secara sembarangan. Berikut beberapa risiko yang perlu kamu ketahui sebelum memakainya:
1. Menautkan ke Website Tidak Kredibel
Jika kamu mengarahkan link ke website spam, clickbait, atau konten palsu, kredibilitas website kamu ikut dipertaruhkan. Mesin pencari juga bisa menganggap kamu terhubung ke lingkungan buruk (toxic neighborhood).
2. Memberikan Terlalu Banyak Link Keluar
Kalau dalam satu artikel ada puluhan link, terutama ke arah yang tidak relevan, ini mengganggu kenyamanan pembaca dan membuat mesin pencari curiga ada manipulasi.
3. Link ke Kompetitor dalam Industri yang Sama
Memberi referensi ke kompetitor tidak salah, tapi kamu harus bijak dalam implementasinya. Jangan sampai kamu mengarahkan pembaca langsung ke mereka tanpa ada alasan jelas. Kecuali jika kamu mau mencantumkan dengan tujuan edukasi atau perbandingan.
4. Membiarkan Link Rusak / Error / 404
Link mati membuat user experience buruk dan sinyal negatif untuk SEO. Oleh karena itu audit link berkala penting dilakukan.
5. Tidak Menggunakan Atribut Link yang Tepat
Saat kamu menaruh link di website, mesin pencari seperti Google akan menganggap link itu sebagai rekomendasi. Artinya, kamu seolah bilang, “Link ini terpercaya, silakan diikuti.” Nah, masalahnya, nggak semua link memang pantas diberi kepercayaan penuh.
Kalau link-link seperti ini dibiarkan tanpa atribut yang tepat, Google bisa mengira kamu mendukung website tersebut. Dampaknya? Reputasi SEO website kamu bisa ikut terpengaruh.
Kapan Harus Menggunakan Nofollow Link?
Gunakan nofollow link pada:
| Jenis Tautan | Perlu Nofollow? |
| Link sponsor atau endorse | ✔ |
| Link afiliasi (affiliate link) | ✔ |
| Link ke sumber yang belum 100% dipercaya | ✔ |
| Link berbayar / iklan banner | ✔ |
| Link referensi organik ke situs terpercaya | X Tidak harus |
| Referensi ke sumber ilmiah / institusi resmi | X Tidak harus |
Strategi Aman Menggunakan Outbound Link
Untuk menghindari hal yang merugikan pada artikel kamu. Berikut metode yang aman dan efektif:
1. Prioritaskan Website Kredibel
Setiap kali kamu mau menaruh link ke website lain, anggap saja itu seperti merekomendasikan teman ke orang lain. Kalau yang kamu rekomendasikan ternyata punya reputasi buruk, citra kamu juga bisa ikut kena. Begitu juga dengan website.
Karena itu, jangan asal pasang link. Selalu luangkan waktu sebentar untuk cek apakah website tujuan memang kredibel dan bisa dipercaya.
Contoh kategori situs yang aman untuk dicantumkan:
- Media nasional terpercaya
- Website edukasi (.edu)
- Pemerintah atau institusi resmi (.go.id / .gov)
- Brand besar / perusahaan dikenal luas
- Artikel riset atau jurnal ilmiah
2. Relevansi Adalah Kunci
Jangan memaksakan link hanya untuk terlihat banyak sumber. Tautkan yang benar-benar menguatkan dan mendukung tulisan kamu.
3. Jangan Menjejali Artikel dengan Link
Link itu fungsinya membantu pembaca, bukan bikin mereka bingung. Kalau dalam satu paragraf isinya link semua, pembaca bisa capek duluan sebelum selesai baca.
Bayangkan lagi baca artikel, tapi tiap 2 kalimat disuruh klik ke mana-mana. Hal ini malah bikin fokus pembaca menghilang.
Idealnya:
- 800–1500 kata → 3–8 outbound link
- 1500–3000 kata → 6–12 outbound link
- Lebih dari itu? Sesuaikan konteks dan kebutuhan pembaca
4. Pakai Nofollow Link Saat Diperlukan
Nggak semua link harus dipercaya penuh oleh Google. Ada kondisi tertentu di mana kamu perlu pasang rem, salah satunya dengan atribut nofollow link.
Gunakan nofollow terutama untuk:
- Link afiliasi
- Link sponsor / kerja sama
- Link promo
- Link ke website yang belum kamu yakin kualitasnya
5. Audit Link Secara Berkala
Link yang dulunya aktif dan aman bisa saja berubah atau bahkan mengarah ke halaman 404 seiring waktu. Jika terlalu banyak link mati, pengalaman pembaca akan terganggu dan website kamu bisa terlihat kurang terawat di mata Google.
Karena itu, penting untuk melakukan audit link secara berkala—misalnya setiap 3–6 bulan sekali—untuk memastikan semua link masih aktif, relevan, dan berfungsi dengan baik. Link yang rusak sebaiknya segera diperbaiki, diganti, atau dihapus.
6. Kombinasikan dengan Internal Link
Selain menautkan ke website lain, jangan lupa untuk menyertakan internal link ke konten lain di dalam website kamu sendiri. Internal link membantu pembaca menemukan artikel terkait, membuat mereka lebih lama menjelajah website, dan memudahkan mesin pencari memahami struktur konten kamu.
Dengan kombinasi internal dan outbound link yang seimbang, website akan terasa lebih rapi, informatif, dan profesional.
Masih Kurang Paham?
Outbound link menjadi bagian penting dari strategi SEO modern. Tujuan utamanya bukan mengirim trafik keluar, tapi membangun kredibilitas, pengalaman pengguna, dan kepercayaan dimata mesin pencari.
Outbound link yang tepat menjadikan website terlihat profesional, sedangkan outbound link sembarangan dapat mengakibatkan reputasi bisa jatuh.
Jika kamu masih bingung, Whello menawarkan jasa SEO yang dirancang untuk membantu bisnis berkembang di ranah digital dengan pendekatan strategis dan terukur.
Kami tidak hanya memperbaiki peringkat di mesin pencari, tetapi juga meningkatkan kualitas trafik, pengalaman pengguna, dan konversi organik melalui riset kata kunci mendalam, optimasi teknikal menyeluruh, serta konten berkualitas.
Untuk solusi SEO yang holistik dan efektif, Whello siap menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan digitalmu. Yuk konsultasi gratis sekarang juga!
Apakah outbound link menurunkan ranking website?
Tidak, selama diarahkan ke sumber relevan dan terpercaya. Justru bisa meningkatkan kredibilitas.
Berapa banyak outbound link yang aman?
Tidak ada angka baku, tapi pastikan tidak berlebihan dan masih nyaman bagi pembaca.
Apakah harus selalu pakai nofollow link?
Tidak. Pakai hanya untuk link sponsor, iklan, atau situs meragukan.
Apakah outbound link wajib untuk SEO?
Tidak wajib, tapi sangat direkomendasikan untuk kualitas konten dan kepercayaan.
Bagaimana jika saya tidak paham cara mengaturnya?
Pertimbangkan bekerja sama dengan profesional atau jasa SEO seperti Whello untuk penanganan lebih terstruktur.
Mulai optimasi SEO website bisnismu sekarang!
Dapatkan posisi page 1 Google dan tingkatkan traffic serta revenue pada website bisnis kamu dengan SEO. Konsultasi dengan specialist kami sekarang!
Mulai Konsultasi!Ingin konsultasi
dengan para specialist
Whello?
Tips lainnya dari kami
Apa Itu Data Layer dan Perannya dalam Strategi SEO & Analytics
Websitemu sudah menggunakan data layer? Perannya ternyata sangat penting loh dalam menentukan Strategi SEO. Yuk pahami di sini!
Click Fraud: Ancaman Tersembunyi di Iklan Berbayar
Campaign iklanmu merasa kurang efektif? Bisa jadi karena click fraud! Click fraud adalah ancaman serius bagi pengguna pemasaran digital loh!
Mau Iklan Facebook Efektif? Kenali 7 Metrics Penting Ini
Mau iklan Facebook kamu lebih efektif? Kenali 7 Facebook ads metrics penting ini untuk optimalkan kampanye dan raih hasil maksimal!
Follow us on Instagram
Temukan tips bermanfaat digital marketing serta keseruan spesialis Whello dalam menumbuhkan brand, hanya di Instagram @whello.indonesia. Follow, ya!