Ingin menaikkan ranking Google tanpa harus menunggu berbulan-bulan atau bersaing mati-matian dengan website besar? Kabar baiknya, ada strategi SEO yang relatif cepat, efektif, dan cocok untuk hampir semua website—namanya low hanging fruit SEO.
Strategi ini fokus pada peluang optimasi yang sudah dekat dengan halaman pertama Google tapi belum dimaksimalkan. Dengan sedikit perbaikan, ranking bisa naik, traffic bertambah, dan hasilnya sering kali terasa lebih cepat dibanding SEO dari nol.
Di artikel ini, kita bahas tuntas apa itu low hanging fruit SEO, cara menemukannya, strategi praktis untuk memanfaatkannya, serta kesalahan umum yang perlu dihindari. Yuk baca terus!
Daftar isi
Apa Itu Low Hanging Fruit SEO?
Low Hanging Fruit SEO adalah strategi SEO yang fokus menargetkan keyword atau peluang optimasi yang relatif mudah dimenangkan, tapi tetap punya nilai untuk website kamu.
Teknik low hanging fruit keyword biasanya memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah, sudah punya potensi traffic, dan lebih cepat naik peringkat dibandingkan keyword yang terlalu umum dan volumenya besar.
Konsep ini sebenarnya sederhana: daripada menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk keyword yang sangat kompetitif, lebih baik memanfaatkan peluang yang sudah di depan mata. Ibarat memetik buah, low hanging fruit SEO itu seperti memilih buah yang paling matang dan mudah dijangkau.
Usahanya lebih kecil, risikonya lebih rendah, tapi hasilnya tetap terasa. Karena itu, strategi ini cocok untuk siapa saja yang ingin meningkatkan ranking dan traffic Google secara lebih cepat dan efisien, terutama untuk website yang ingin melihat hasil tanpa harus menunggu terlalu lama.
Cara Mengenali Peluang Low Hanging Fruit SEO
Menemukan peluang low hanging fruit SEO sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Dengan sedikit analisis dan fokus pada data yang tepat, kamu bisa menemukan keyword yang mudah dioptimasi tapi tetap punya dampak ke traffic dan ranking.
1. Memiliki Kompetisi yang Rendah
Low hanging fruit keyword biasanya tidak diperebutkan oleh banyak website besar. Walaupun persaingannya rendah, keyword ini tetap punya value karena relevan dengan kebutuhan audiens dan berpotensi mendatangkan traffic yang berkualitas.
Ini membuat peluang untuk naik ranking jadi jauh lebih besar dengan usaha yang lebih ringan.
2. Memiliki Impresi yang Tinggi
Keyword dengan impresi tinggi menunjukkan bahwa halaman website kamu sudah sering muncul di hasil pencarian, tapi posisinya belum optimal. Biasanya ranking masih berada di halaman dua atau bawah halaman pertama.
Kondisi ini adalah sinyal kuat bahwa keyword tersebut layak dioptimasi karena Google sudah mengenali halamanmu, tinggal didorong sedikit saja.
3. Volume Pencarian yang Sedang
Low hanging fruit keyword memang jarang punya volume besar, tapi justru di situlah keunggulannya.
Volume yang sedang tetap bisa mendatangkan traffic secara konsisten, dengan tingkat persaingan yang lebih ringan dibanding keyword populer. Cocok untuk membangun traffic bertahap tapi stabil.
4. Long Tail Keyword dan Lebih Spesifik
Sebagian besar low hanging fruit SEO berasal dari long tail keyword yang spesifik dan detail. Keyword seperti ini biasanya lebih sesuai dengan search intent pengguna dan punya peluang konversi lebih tinggi.
Daripada menargetkan keyword yang terlalu luas, fokuslah pada keyword yang menjawab kebutuhan atau pertanyaan spesifik audiens.
Strategi Praktis Low Hanging Fruit SEO
Setelah tahu cara mengenali peluangnya, sekarang saatnya masuk ke bagian paling penting: cara menerapkan low hanging fruit SEO secara praktis. Tenang saja, strateginya simpel, nggak ribet, dan bisa langsung kamu terapkan satu per satu.
A. Memahami Search Intent
Sebelum riset keyword atau bikin konten, pahami dulu apa yang sebenarnya dicari audiens. Dengan search intent yang jelas, proses riset jadi lebih cepat dan konten yang kamu buat lebih tepat sasaran karena benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
B. Menggunakan Low Hanging Fruit Keywords
Fokuslah pada keyword dengan volume cukup, tapi kompetisi rendah. Biasanya berbentuk long tail keyword dan lebih spesifik. Cek volumenya lewat tools riset keyword, lalu lihat tingkat persaingan langsung dari hasil SERP untuk menilai peluang ranking.
C. Manfaatkan Google Search Console
Google Search Console bisa membantu menemukan halaman atau keyword dengan impresi tinggi tapi CTR rendah. Ini tanda bahwa halamanmu sering muncul di Google, tapi belum cukup menarik untuk diklik. Tinggal optimasi judul, meta description, dan kontennya.
D. Optimalkan Internal Linking
Internal link membantu pembaca dan Google memahami hubungan antar konten di website-mu. Tambahkan link ke artikel relevan secukupnya agar alur baca lebih nyaman dan halaman penting mendapat dorongan SEO.
E. Kurangi Halaman yang Kurang Berkualitas
Konten tipis atau tidak relevan tidak memberi nilai ke audiens maupun Google. Perbaiki, gabungkan, atau update halaman seperti ini agar sesuai search intent dan prinsip E-E-A-T.
F. Sajikan Konten Berkualitas
Gunakan low hanging fruit keyword sebagai topik konten yang informatif, jelas, dan bermanfaat. Konten berkualitas lebih mudah naik ranking dan bertahan lama di hasil pencarian.
G. Manfaatkan Konten dengan Traffic Tinggi
Konten yang sudah punya traffic tinggi bisa dimaksimalkan lagi dengan promosi di media sosial, internal linking, atau mendapatkan backlink berkualitas agar performanya makin kuat.
H. Jangan Lupakan Artikel Lama
Artikel lama sering punya potensi tersembunyi. Cek kembali keyword dan performanya, lalu update isi agar lebih relevan dan up to date. Optimasi artikel lama sering kali memberikan hasil SEO yang lebih cepat dibanding membuat konten baru.
Tips Menghindari Kesalahan Umum Saat Menargetkan Low Hanging Fruit SEO
Strategi low hanging fruit SEO memang terlihat mudah, tapi tetap bisa meleset kalau dijalankan tanpa perhitungan. Supaya usaha optimasimu nggak sia-sia, ini beberapa tips simpel untuk menghindari kesalahan yang sering terjadi.
1. Jangan Asal Pilih Keyword
Nggak semua keyword dengan kompetisi rendah layak dikejar. Pastikan keyword tersebut relevan dengan bisnismu dan sesuai dengan search intent audiens, bukan sekadar terlihat mudah.
2. Jangan Terlalu Fokus ke Volume
Volume tinggi bukan segalanya. Low hanging fruit SEO justru sering datang dari keyword dengan volume sedang tapi lebih spesifik dan punya peluang konversi lebih besar.
3. Hindari Over-Optimasi
Memasukkan keyword berlebihan bisa bikin konten terasa dipaksakan dan menurunkan kualitas. Gunakan keyword secara natural dan tetap utamakan kenyamanan pembaca.
4. Jangan Mengubah Terlalu Banyak Sekaligus
Saat optimasi, lakukan perubahan secara bertahap. Kalau semuanya diubah sekaligus, kamu akan kesulitan tahu mana yang benar-benar memberi dampak ke ranking.
5. Jangan Mengabaikan Data
Low hanging fruit SEO harus berbasis data, bukan feeling. Selalu pantau performa sebelum dan sesudah optimasi lewat Google Search Console atau tools SEO lainnya.
6. Jangan Lupakan Kualitas Konten
Keyword mudah tidak akan berarti apa-apa jika kontennya tidak memberikan value. Pastikan isi artikel tetap informatif, relevan, dan menjawab kebutuhan audiens.
Mulai Manfaatkan Low Hanging Fruit SEO Sekarang!
Strategi low hanging fruit SEO membuktikan bahwa meningkatkan ranking Google tidak selalu harus ribet dan makan waktu lama. Dengan fokus pada halaman yang sudah punya potensi, kamu bisa mendapatkan hasil yang lebih cepat dan efisien.
Punya website tapi traffic masih jalan di tempat? Pakai saja jasa SEO dari Whello. Dengan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu, Whello efektif membantu website tampil lebih mudah ditemukan di Google oleh audiens yang tepat.
Prosesnya jelas, berbasis data, dan fokus pada pertumbuhan jangka panjang sehingga bukan sekadar ranking sementara. Jadi, SEO bukan cuma terlihat naik, tapi benar-benar berdampak ke perkembangan bisnismu.
Pengen rasakan hasilnya langsung? Yuk konsultasi dulu dengan tim Whello. Gratis kok!

Apa itu low hanging fruit SEO?
Strategi SEO yang menargetkan peluang keyword atau halaman yang mudah dioptimasi tapi cepat memberi dampak ke ranking dan traffic.
Bagaimana cara menemukan low hanging fruit SEO?
Cek Google Search Console untuk keyword berimpresi tinggi tapi ranking rendah, fokus pada long tail keyword dengan kompetisi kecil.
Mulai optimasi SEO website bisnismu sekarang!
Dapatkan posisi page 1 Google dan tingkatkan traffic serta revenue pada website bisnis kamu dengan SEO. Konsultasi dengan specialist kami sekarang!
Mulai Konsultasi!Ingin konsultasi
dengan para specialist
Whello?
Tips lainnya dari kami
Kesalahan Dasar yang Bikin Iklan Google Ads Tidak Efektif
Iklan Google Ads tidak berjalan sesuai harapan? Cek kesalahan dasar Google Ads yang sering terjadi dan pelajari cara mengoptimalkannya!
Ranking Naik Turun? Ini yang Perlu Kamu Tahu Tentang SERP Volatility
SERP volatility bikin ranking website kamu naik turun? Yuk, pelajari faktor-faktor yang mempengaruhi dan cara mengatasinya di artikel ini!
Cara Pakai Strategi Outbound Link Tanpa Merugikan Website
Sering menggunakan outbound link berlebihan dan tanpa perencanaan yang tepat? Gunakan strategi ini untuk mengoptimalkan website kamu!
Follow us on Instagram
Temukan tips bermanfaat digital marketing serta keseruan spesialis Whello dalam menumbuhkan brand, hanya di Instagram @whello.indonesia. Follow, ya!