Ketika kamu ingin memahami bagaimana pengunjung sebenarnya berinteraksi dengan website, kamu nggak bisa hanya mengandalkan data angka seperti pageviews atau bounce rate. Kamu butuh sesuatu yang bisa menunjukkan perilaku pengguna secara visual dan di sinilah heatmap benar-benar berperan.
Daftar isi
Apa Itu Heatmap?
Heatmap adalah visualisasi data yang menggunakan warna untuk menunjukkan tingkat aktivitas pengunjung pada halaman website.
Nah, ada beberapa warna yang harus kamu ketahui:

- Area merah/oranye = aktivitas tinggi
- Area kuning = aktivitas sedang
- Area biru = aktivitas rendah
- Area abu-abu = hampir tidak ada aktivitas
Heatmap membantu kamu melihat secara langsung bagian mana dari website yang menarik perhatian pengunjung dan bagian mana yang cenderung diabaikan.
Fungsi Heatmap pada Website
Mengapa heatmap begitu penting? Karena heatmap memberikan gambaran visual yang membantu kamu memahami bagaimana pengunjung berinteraksi dengan website, sehingga keputusan optimasi bisa jauh lebih akurat. Berikut fungsi utamanya dalam pengembangan website dan marketing.
1. Memahami Perilaku Pengunjung Secara Visual
Tanpa heatmap, kamu hanya bisa menebak-nebak apakah tombol CTA sudah terlihat jelas, apakah banner cukup menarik, atau apakah navigasi bekerja dengan baik.
Heatmap membantu menghilangkan semua tebakan itu dengan menunjukkan area mana yang paling sering diklik, bagian mana yang menarik perhatian, hingga seberapa jauh pengunjung menggulir halaman.
Misalnya, kalau kamu memiliki artikel blog yang panjang dan terlihat bahwa hanya 25% pengunjung yang membaca hingga setengah halaman, berarti CTA yang kamu letakkan di bagian bawah hampir tidak terlihat oleh sebagian besar pembaca. Dari sini kamu bisa memindahkan CTA ke posisi yang lebih strategis.
2. Menemukan Masalah UX (User Experience)
Heatmap juga sangat membantu dalam mendeteksi masalah UX yang mungkin tidak langsung terlihat. Contohnya, pengunjung bisa saja sering mengklik elemen yang sebenarnya tidak bisa diklik (mis-click), layout halaman yang membingungkan, atau tombol penting yang tenggelam di antara elemen lain.
Bahkan banner yang terlalu besar dapat membuat pengguna menggulir halaman terlalu jauh sebelum menemukan konten yang penting.
Misalnya, pada tampilan mobile, banyak pengguna mengklik foto produk karena mengira foto tersebut bisa di-zoom, padahal tidak bisa. Dengan heatmap, kamu bisa melihat pola ini dan memperbaikinya dengan menambahkan fitur zoom atau membuat gambar terbuka dalam modal.
3. Mengoptimalkan Conversion Rate (CRO)
Heatmap adalah alat yang efektif untuk membantu meningkatkan conversion rate. Dari visualisasi klik dan perhatian pengguna, kamu bisa tahu apakah CTA berada di tempat yang tepat, apakah ada elemen yang mengganggu fokus, atau apakah desain tertentu tidak bekerja dengan baik.
Proses optimasi bisa dilakukan dengan menempatkan CTA di area dengan aktivitas tinggi, memperbaiki elemen yang kurang efektif, atau menghapus konten yang tidak perlu.
4. Membantu Prioritas Perbaikan Website
Tidak semua bagian website perlu diperbaiki, dan heatmap membantu menentukan mana yang harus diutamakan. Dengan melihat elemen mana yang mendapat interaksi dan mana yang terabaikan, kamu bisa menentukan prioritas perbaikan yang lebih efisien.
Misalnya, jika menu navigasi utama banyak diklik tetapi menu drop-down jarang disentuh, berarti struktur navigasi mungkin terlalu rumit. Kamu bisa menyederhanakan menu atau langsung menampilkan kategori penting di header agar lebih mudah diakses pengunjung.
Tools Heatmap Terbaik untuk Website
Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk memantau heatmap, tetapi beberapa di antaranya jauh lebih populer, mudah digunakan, dan menawarkan fitur yang lengkap. Berikut beberapa tools heatmap terbaik yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis perilaku pengunjung website.
1. Hotjar

Aplikasi Hotjar adalah salah satu tools heatmap paling populer yang digunakan oleh UX designer, marketer, hingga product manager karena fiturnya yang lengkap dan tampilannya yang mudah dipahami.
Hotjar menyediakan berbagai jenis heatmap seperti click, scroll, dan move heatmap, serta dilengkapi dengan rekaman sesi, funnel analytics, hingga feedback widget dan survey.
Integrasinya dengan berbagai CMS dan platform analytics juga membuatnya semakin praktis digunakan. Kelebihan utama Hotjar adalah UI yang sangat user-friendly dan visualisasi heatmap yang jelas, sehingga kamu bisa mendapatkan insight mendalam tanpa bingung membaca datanya.
2. Microsoft Clarity (Gratis selamanya!)

Microsoft Clarity menjadi pilihan favorit banyak pengguna karena tools ini benar-benar gratis selamanya namun tetap powerful. Clarity menyediakan heatmap klik dan scroll, session recording, serta fitur canggih seperti rage click detection dan dead-click detection yang mengidentifikasi area yang diklik tetapi tidak memberikan respons.
Dibekali machine-learning insights, Clarity memberikan analisis cerdas tanpa biaya tambahan. Tools ini juga ringan, cepat, dan memiliki dashboard modern yang mudah dipahami.
3. Crazy Egg

Tool Crazy Egg merupakan salah satu pionir di dunia heatmap dan terkenal karena kestabilan serta kemudahannya dalam digunakan. Crazy Egg menawarkan berbagai jenis heatmap, termasuk confetti map yang menunjukkan sumber trafik berdasarkan aktivitas pengguna, scroll map, A/B testing, serta editor visual untuk melakukan perubahan halaman secara langsung.
Tools ini menyajikan data yang sangat detail, menjadikannya pilihan yang bagus untuk website e-commerce yang membutuhkan analisis mendalam terkait perilaku pembeli.
4. Lucky Orange

Lucky Orange adalah tools heatmap lain yang mirip dengan Hotjar, tetapi unggul dalam fitur live dashboard yang memungkinkan kamu memantau perilaku pengunjung secara real-time.
Selain heatmap, Lucky Orange juga menyediakan live chat, survey dan polling, session recording, serta funnel tracking. Tools ini cocok untuk website bisnis yang ingin memahami aktivitas pengunjung secara langsung dan memberikan respons cepat terhadap kebutuhan atau masalah pengguna.
5. Smartlook

Tool Smartlook adalah tools heatmap yang terkenal karena kemampuannya menganalisis perilaku pengguna pada website maupun aplikasi mobile. Smartlook menyediakan heatmap, mobile app analytics, event tracking otomatis, dan session recording yang bekerja dengan sangat detail.
Tools ini sangat cocok digunakan oleh perusahaan atau bisnis yang memiliki aplikasi mobile dan ingin melihat bagaimana pengguna berinteraksi dengan fitur-fitur di dalamnya.
Ada Kendala?
Setelah memahami apa itu heatmap, cara kerjanya, dan berbagai tools yang bisa kamu gunakan, sekarang kamu tahu betapa pentingnya alat ini dalam optimasi website. Jika kamu masih bingung harus mulai dari mana, atau masih kesulitan menggabungkan heatmap dengan strategi SEO yang tepat, kamu bisa banget pakai jasa SEO Whello.
Whello sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani berbagai jenis klien dari beragam industri, jadi kamu bisa merasa jauh lebih aman karena websitemu akan ditangani oleh tim profesional.
Dengan bantuan Whello, kamu bisa menghindari error teknis yang sering bikin ranking jeblok dan memastikan website kamu makin SEO-friendly sejak awal. Ditambah lagi, Whello juga menyediakan konsultasi gratis. Jadi kamu bisa tanya apapun dulu sebelum memutuskan untuk lanjut. Yuk, hubungi Whello sekarang!

Apa perbedaan heatmap dengan Google Analytics?
Google Analytics memberikan data angka (kuantitatif), sementara heatmap memberikan data visual (kualitatif). Keduanya berperan saling melengkapi.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat heatmap?
Tergantung trafik website. Semakin banyak pengunjung, semakin cepat heatmap terbentuk. Umumnya 2–7 hari untuk hasil yang akurat.
Apakah heatmap bekerja di mobile?
Ya, heatmap mendukung mobile. Namun gerakan mouse heatmap (move heatmap) kurang relevan karena tidak ada kursor di smartphone.
Mulai optimasi SEO website bisnismu sekarang!
Dapatkan posisi page 1 Google dan tingkatkan traffic serta revenue pada website bisnis kamu dengan SEO. Konsultasi dengan specialist kami sekarang!
Mulai Konsultasi!Ingin konsultasi
dengan para specialist
Whello?
Tips lainnya dari kami
Ranking Turun Padahal Rajin Optimasi? Waspadai Over Optimization SEO
Kamu sudah rajin optimasi SEO, mulai dari update konten, tambah keyword, dan bangun backlink. Tapi anehnya, ranking malah turun? Bisa jadi kamu sedang kena yang namanya over optimization SEO. Banyak yang berpikir makin sering optimasi
Begini Cara Prompt AI untuk SEO yang Efisien!
Sekarang ini, menggunakan AI untuk SEO bukan lagi hal baru. AI bisa membantu mempercepat proses kerja untuk SEO dan meningkatkan hasil optimasi. Tapi, ada satu hal penting yang sering dilupakan:
Apa Itu Parasite SEO dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Sekarang ini, muncul berbagai strategi unik untuk meraih ranking di mesin pencari. Salah satunya adalah Parasite SEO, teknik yang sering dianggap “menunggang” situs orang lain agar bisa naik cepat di hasil
Follow us on Instagram
Temukan tips bermanfaat digital marketing serta keseruan spesialis Whello dalam menumbuhkan brand, hanya di Instagram @whello.indonesia. Follow, ya!