Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Menulis Artikel SEO Friendly

1 menit

Menghasilkan artikel yang SEO Friendly bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Sering terjadi beberapa kesalahan yang dilakukan oleh penulis.

Kesalahan saat menulis artikel akan berdampak buruk terhadap website dan artikel itu sendiri. Salah satunya adalah tidak mendapatkan posisi yang bagus di Google, bahkan bisa hilang. Tentunya hal ini akan merugikan website kamu.

Berikut 5 kesalahan yang perlu kamu hindari saat menulis artikel:

1. Judul Artikel Kurang Menarik

Judul artikel yang kurang menarik akan memberikan dampak buruk terhadap isi artikel kamu. Pasalnya jika judul artikel kamu kurang menarik, Akan membuat pembaca malas untuk melanjutkan membaca artikel.

Untuk membuat judul artikel yang menarik. Gunakan formula 4U untuk membuat judul artikel yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya.

Selain menarik, judul juga sebaiknya mengandung kata kunci dari artikel yang kamu buat. Agar google mudah untuk mengindeks artikel kamu.

2. Keyword Stuffing

Keyword stuffing yaitu penggunaan kata kunci (keyword) yang berlebihan pada isi artikel. Misalnya teks yang terdapat di dalam isi artikel terdiri dari 300 kata dan mengandung 70 kata kunci di dalam nya. Kejadian seperti Ini dinamakan keyword stuffing.

Banyak yang berpikir bahwa dengan banyak menggunakan kata kunci pada isi artikel akan memudahkan Google mengindeks artikel kamu.

Padahal itu sama sekali tidak benar, menggunakan keyword secara berlebihan akan membuat tulisan tersebut susah untuk dipahami. Maka perhatikan penggunaan kata kunci pada artikel yang kamu buat. Tidak perlu menggunakan keyword yang berlebihan, cukup gunakan kata kunci pada judul, struktur url, dan beberapa di dalam isi artikel.

Perhatikan contoh dibawah ini:

a. Contoh penggunaan kata kunci yang berlebihan

Promosi melalui media sosial dapat dilakukan melalui Facebook. Promosi melalui media sosial juga dapat dilakukan melalui Instagram, Twitter dan LinkedIn. Budget yang digunakan untuk melakukan promosi melalui media sosial juga dapat diperkirakan dan tidak terlalu besar. Sehingga kamu dapat mengalokasikan budget kamu untuk keperluan lain dengan melakukan promosi melalui media sosial.

b. Contoh penggunaan kata kunci yang benar.
Promosi melalui media sosial dapat dilakukan melalui Facebook, Instagram, Twitter dan LinkedIn. Budget yang digunakan juga dapat diperkirakan dan tidak terlalu besar. Sehingga kamu dapat mengalokasikan budget kamu untuk keperluan lain.

Berdasarkan contoh di atas kamu dapat melihat perbandingan contoh a dengan contoh b. Contoh a menggunakan banyak kata kunci sehingga bertele-tele dan sulit untuk dipahami. Sedangkan contoh b lebih simpel dan mudah untuk dimengerti oleh pembaca.

3. Related Link Tidak Ditemukan

Ketika menggunakan internal link maupun external link pada artikel. Ada beberapa link yang tidak bisa ditemukan. Hal ini biasanya terjadi karena salah dalam memasukkan link, url link sudah diganti atau link tersebut sudah dihapus.

Kejadian seperti ini akan memberikan dampak yang tidak baik bagi SEO.

Penting untuk memastikan link yang dimasukkan pada artikel kamu. Pastikan link tersebut dapat dijalankan dan ditemukan.

4. Penggunaan Anchor Text yang Tidak Tepat

Penggunaan internal link pada artikel memang bagus untuk nilai SEO. Namun, jika kamu menggunakan anchor text yang salah maka akan berdampak terhadap SEO tersebut. Anchor text yaitu teks yang berisi suatu link tertentu.

Anchor text yang salah yaitu anchor text yang tidak memberikan nilai terhadap pembaca. Misalnya penggunaan kata “di sini”, “di sana” atau “ini”.

Gunakan anchor text yang tepat. Misalnya kamu memasukkan link artikel mengenai “Tips Menulis Artikel”. Maka gunakan “tips menulis artikel” pada anchor text kamu.

Perhatikan contoh anchor text yang salah berikut ini:

Internal link penting untuk artikel dan SEO kamu. Kenapa? Untuk penjelasannya kamu dapat membaca artikel sebelumnya mengenal pentingnya internal link untuk artikel kamu.
Pada contoh diatas, dapat dilihat penggunaan anchor text diletakkan pada kata “artikel sebelumnya”. Seharusnya anchor text diletakkan pada “mengenal pentingnya internal link untuk artikel kamu”.

5. Terlalu banyak Typo

Typo merupakan kesalahan penulisan ketika menulis artikel. Kesalahan ini biasanya berupa kekurangan huruf, salah huruf atau salah meletakkan huruf.

Setelah menulis artikel, penting memeriksa kembali artikel tersebut. Atau kamu bisa menggunakan microsoft word atau google docs untuk menulis draft tulisan sebelum memindahkannya ke website. Di 2 aplikasi tersebut kamu bisa mengetahui apabila ada kata-kata yang salah pengetikannya.

Perhatikan contoh dibawah ini:
Optimalisasi SEO dapat dilakukan dengan membuat konten yang berkualitas. Konten yang berkualita dapat menghasilkan SEO yang baik pula.

Pada contoh diatas dapat kamu dapat melihat penulisan kata “berkualitas” yang typo menjadi “berkualita”. Apa makna dari kata-kata tersebut? Hal ini tentu akan merusak citra artikel kamu.

5 Kesalahan di atas merupakan kesalahan yang sering dilakukan penulis, terutama artikel yang SEO friendly. Buatlah artikel sesuai dengan kriteria SEO yang baik dan benar.
Jika kamu mengalami kesulitan dalam hal ini, Whello merupakan agensi digital marketing yang menyediakan jasa SEO copywriting. Whello dapat membantu kamu membuat konten yang dapat menaikkan trafik website kamu.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *