7 Strategi Agar Bisnis Kamu Tetap Survive di Tengah Kasus Virus Corona (COVID-19)

5 menit

Akhir-akhir ini, dunia dihebohkan dengan kehadiran sebuah virus yang sangat berbahaya, yakni virus corona atau biasa kita kenal dengan istilah COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Virus ini pertama kali ditemukan di China pada tahun 2019, tepatnya di kota Wuhan.

Diketahui dari World Health Organization (WHO) menyatakan, Virus Corona adalah virus “zoonotic” yang artinya dapat menular dari beberapa hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Diduga hewan-hewan tersebut adalah kelelawar, babi, dan beberapa hewan buas lainnya.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan (seperti flu) dengan gejala batuk, demam, dan pada kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Bukan hanya itu, virus ini juga memberikan efek yang buruk terhadap perekonomian dunia. CNBC mengatakan, dalam laporan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada bulan Maret 2020, pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga 2,7%. Pertumbuhan ekonomi juga menurun di beberapa negara besar seperti US, China, Jepang, dan beberapa negara di Eropa.

Kamu bisa lihat faktanya pada gambar berikut:

Sumber: CNBC

Tidak hanya memberikan efek yang buruk terhadap perekonomian dunia, virus ini juga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan berbagai bisnis di Indonesia. Banyak bisnis yang mengalami kerugian yang signifikan.

Lalu bagaimana dengan bisnismu? Apa yang akan kamu lakukan untuk membuat bisnis tetap survive di tengah kasus virus corona? Berikut 7 strategi yang bisa kamu lakukan:

1. Cek Kesehatan Pekerja

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk membuat bisnis kamu tetap survive di tengah kasus COVID-19 yaitu memastikan para pekerja tidak terinfeksi virus korona. Dimana tujuannya adalah untuk menghindari penyebaran virus korona di tempat kerja.

Maka dari itu, luangkan sedikit waktu kerja untuk mengajak para pekerja melakukan cek kesehatan. Cek kesehatan ini bisa dilakukan di rumah sakit atau menggunakan alat tes virus corona (rapid test) yang bisa digunakan sendiri.

Tetapi alangkah lebih baik jika dilakukan di rumah sakit, karena kamu akan ditangani oleh ahlinya (dokter atau perawat). Hal ini juga berlaku bagi kamu sebagai pemilik bisnis.

2. Antisipasi Perjalanan Ke Luar Kota atau Luar Negri

Perjalanan ke luar kota/negeri menjadi salah satu menjadi hal yang sulit untuk dihindari oleh sebagian sektor bisnis, dimana mereka mengharuskan para pekerjanya untuk tetap melakukan perjalanan, misalnya wartawan, tour guide, pramugari, atau pilot.

Nah bagi para pekerja yang baru kembali dari luar kota/negeri, akan lebih baik jika kamu membawanya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di area tempat kerja.

3. Sediakan Fasilitas yang Mendukung Kesehatan

Menjaga tubuh untuk tetap sehat juga menjadi salah satu cara untuk pencegahan terinfeksi virus corona. Untuk itu, kamu perlu menyediakan beberapa fasilitas yang mendukung kesehatan di area kerja, baik untuk diri sendiri atau para pekerja.

Apa saja yang fasilitas yang harus disediakan?

  • Air mineral.
  • Obat atau makanan yang dapat menjaga daya tahan tubuh para pekerja.
  • Sabun atau hand sanitizer.
  • Masker.
  • Tissue (basah dan kering).

4. Jaga Kebersihan Area Kerja

Selain menyediakan fasilitas untuk menjaga kesehatan tubuh, kamu juga harus memastikan area kerja dan sekitarnya tetap bersih (steril). Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kebersihan area kerja:

  • Pastikan para pekerja mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin atau sebelum bersentuhan dengan makanan.
  • Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol (hand sanitizer).
  • Berikan arahan kepada para pekerja untuk menutup mulut saat flu atau batuk dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah.
  • Tempelkan poster tentang cara pencegahan virus corona atau cara mencuci tangan dengan benar pada wastafel kamar mandi, dan bagian lain di area kerja.
  • Serta rutin membersihkan seluruh area kerja dan melakukan edukasi kepada karyawan terkait budaya kebersihan sebelum memulai pekerjaan, saat melakukan pekerjaan, maupun sesudah bekerja yang berhubungan dengan pencegahan penyebaran virus corona.

5. Social Distancing

Strategi berikutnya yaitu menerapkan sistem social distancing di area kantor. Social distance adalah tindakan untuk mengurangi kontak dengan orang lain dan menghindari melakukan kegiatan di keramaian.

Berikut bentuk social distancing yang bisa dilakukan di area kerja:

  • Menjaga jarak dengan sesama pekerja atau konsumen yang datang (min:1,5 meter).
  • Mengurangi penggunaan transportasi publik untuk datang ke tempat kerja.

6. Work From Home

Pada tanggal 16 Maret 2020, presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona, salah satu caranya yaitu melakukan pekerjaan dari rumah atau biasa disebut Work From Home (WFH).

Sebagai pemilik bisnis, tidak ada salahnya jika kamu menerapkan sistem ini untuk para pekerja. Untuk membantu mengontrol para pekerja, ada beberapa tools yang bisa membantu kamu:

  • Trello, digunakan untuk mengatur jadwal setiap pekerjaan (task) untuk para pekerja.
  • Google Drive, digunakan untuk menyimpan beberapa file (dokumen) yang berhubungan dengan bisnis kamu.
  • Gmail, digunakan untuk mengirim file atau data keperluan bisnis.
  • Serta media chatting (WhatsApp, Line, atau Telegram) untuk tetap menjaga komunikasi dengan para pekerja.

Lalu bagaimana jika bisnismu tidak memungkinkan diterapkan sistem WFH? Misalnya bisnis hotel, travel, atau kesehatan. Solusinya, kamu harus tetap menjaga kebersihan dan menyediakan fasilitas untuk mendukung kesehatan di area kerja (seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomor 4 dan nomor 5).

7. Lakukan Digital Marketing

Anjuran untuk menghindari pusat-pusat keramaian (melibatkan banyak orang) memang sudah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, dimana tujuannya adalah untuk mengurangi penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Hal ini tentunya akan membuat para pebisnis (penjual) di pusat perbelanjaan merasakan dampak yang negatif, mereka akan kehilangan konsumen dan menimbulkan berbagai kerugian.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, “digital marketing” merupakan salah satu solusi yang tepat dan efektif untuk dilakukan saat ini. Melalui digital marketing, kamu masih bisa mempromosikan bisnis kamu tanpa harus bertemu langsung dengan konsumen.

Apa itu digital marketing?

Digital marketing adalah salah satu cara pemasaran produk atau jasa menggunakan perangkat elektronik. Digital marketing akan membantu kamu menjangkau lebih banyak konsumen tepat waktu, pribadi, dan relevan. Karena semua proses yang dilakukan bisa diukur dan ditarget sesuai dengan target audiens.

Ada beberapa strategi digital marketing yang bisa kamu gunakan, seperti SEM (Search Engine Marketing), Content Marketing, Social Media Marketing, Atau Email Marketing. Jika kamu bingung apa itu SEM? Atau apa itu email marketing? Kamu bisa membaca artikel sebelumnya mengenai pengertian dan jenis digital marketing.

Berikut salah satu contoh bisnis yang telah memanfaatkan digital marketing di tengah kasus COVID-19 (menggunakan social media marketing):

Sumber foto: borcoffee’s instagram

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat, sebuah UKM yang bergerak dibidang kuliner (coffee shop) menggunakan media sosial untuk memberitahu para konsumen mengenai jadwal dan jam operasional kerja, serta melayani pembelian coffee via gofood.

Itulah 7 strategi yang bisa kamu lakukan agar bisnis kamu tetap survive di tengah kasus COVID-19 yang terjadi saat ini. Apakah kamu sudah melakukannya? Atau kamu punya strategi yang lain? Berbagi pengalaman dan diskusi bareng yuk di kolom komentar dibawah!

0

Bisnis

Baca artikel lainnya agar bisnis kamu bisa meraih kesuksesan di dunia digital marketing!

Baca selengkapnya

Ingin Sukses di Dunia Digital?

Sudah saatnya bisnis kamu dikenal oleh banyak orang.Segera hubungi Whello untuk mendapatkan penawaran menarik!

Hubungi kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *