AI Crawler: Apa Itu, Jenis, Manfaat, dan Perlu Diblokir atau Tidak?
durasi baca : 2 menit
Sebelumnya pengguna mengandalkan Google untuk menemukan website yang relevan, kini mereka juga menggunakan AI seperti ChatGPT untuk mencari jawaban, memahami suatu topik, hingga membandingkan produk sebelum membeli.
Di balik proses itu, ada teknologi yang disebut AI crawler. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data dalam proses pelatihan model AI, membantu mesin pencari berbasis AI menemukan informasi, atau mengambil konten website ketika pengguna meminta AI melakukan tugas tertentu.
Yuk kita bahas selengkapnya tentang AI Crawler!
Apa Itu AI Crawler?
AI crawler adalah program otomatis yang mengunjungi website untuk mengumpulkan informasi guna melatih model AI, mendukung pencarian, atau menjawab pertanyaan pengguna.
Mirip dengan Googlebot, AI crawler membaca dan memproses konten website, tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Karena fungsinya beragam, pemilik website sebaiknya memahami jenis dan tujuan setiap crawler sebelum memutuskan untuk mengizinkan atau memblokir aksesnya.
Bagaimana AI Crawler Bekerja?
Proses AI crawler bekerja, dapat berbeda bergantung pada platform dan jenis crawler yang digunakan. Berikut gambaran sederhananya:
1. Mengunjungi Website
Crawler mengakses URL tertentu, baik dari daftar halaman yang sudah diketahui maupun tautan yang ditemukan selama crawling.
2. Membaca Konten
Bot mengambil informasi yang dapat diakses, seperti teks, judul, tautan, dan elemen halaman lainnya.
3. Memproses Informasi
Konten yang terkumpul dapat digunakan untuk pelatihan model, membangun indeks pencarian, atau menjawab permintaan pengguna.
4. Mendukung Layanan AI
Informasi tersebut kemudian dapat membantu sistem AI menghasilkan jawaban atau menemukan sumber yang relevan, bergantung pada cara platform menggunakannya.
3 Jenis AI Crawler yang Perlu Kamu Ketahui
Sebelum memutuskan apakah crawler perlu diizinkan, kamu perlu memahami tiga kategori utamanya.
1. Training Crawler
Training crawler merupakan bot yang mengumpulkan data untuk membantu melatih atau mengembangkan model AI. Informasi dari website publik dapat menjadi salah satu sumber data yang diproses dalam pengembangan model, sesuai kebijakan dan praktik masing-masing penyedia.
Contoh bot dalam kategori ini antara lain:
- GPTBot dari OpenAI.
- ClaudeBot dari Anthropic.
- Google-Extended dari Google.
- CCBot dari Common Crawl.
2. Search Index Crawler
Search index crawler bertugas membantu layanan pencarian berbasis AI menemukan dan mengindeks halaman website. Informasi yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membantu sistem menemukan sumber yang relevan ketika pengguna melakukan pencarian.
Contohnya :
- OAI-SearchBot dari OpenAI
- Claude-SearchBot dari Anthropic
- PerplexityBot
3. Assistant/User Bot
Assistant/user bot mengambil informasi ketika ada permintaan yang dipicu oleh pengguna. Berbeda dengan crawler pelatihan yang dapat mengumpulkan data secara sistematis dalam skala besar, bot ini biasanya mengakses halaman tertentu untuk membantu menjawab pertanyaan atau menjalankan tugas.
Contohnya :
- ChatGPT-User
- Claude-User
Perannya dapat berkaitan dengan pengambilan informasi dari website ketika pengguna meminta asisten AI mencari atau memeriksa informasi tertentu.
AI Crawler: Aktifkan atau Harus Diblokir?
Keputusan mengaktifkan atau memblokir AI crawler bergantung pada tujuan website dan risiko yang ingin dikelola. Sebagai gambaran, pertimbangkan pendekatan berikut :
- Training crawler: Pertimbangkan perlindungan konten dan kebijakan penggunaan data.
- Search index crawler: Izinkan jika ingin memperluas peluang visibilitas di pencarian AI.
- Assistant/user bot: Izinkan jika ingin konten dapat diakses saat pengguna meminta informasi melalui AI.
Pemblokiran dapat dipertimbangkan jika server terbebani, traffic bot berlebihan, atau konten perlu dilindungi. Namun, jika website bertujuan memasarkan produk, mempublikasikan artikel, atau menarik pelanggan, mengizinkan crawler yang relevan dapat mendukung visibilitas digital.
Apa Manfaat Mengaktifkan AI Crawler?
Jika dikelola dengan tepat, mengizinkan AI crawler dapat memberikan sejumlah manfaat bagi website.
1. Memperluas Peluang Ditemukan Melalui Pencarian AI
Pengguna kini dapat menemukan informasi melalui asisten AI dan mesin pencari generatif. Memberikan akses kepada crawler yang mendukung pencarian tersebut dapat membantu konten website dipertimbangkan sebagai sumber informasi yang relevan.
2. Membuka Peluang Mendapatkan Referral Traffic
Ketika layanan AI mencantumkan sumber atau tautan referensi, pengguna dapat mengunjungi website untuk membaca penjelasan lebih lengkap, membandingkan layanan, atau melakukan pembelian.
3. Meningkatkan Eksposur Brand
Website yang menyediakan informasi jelas, akurat, dan relevan berpeluang menjadi salah satu sumber yang ditemukan pengguna saat melakukan riset melalui AI. Hal ini dapat mendukung pengenalan brand, terutama bagi bisnis yang mengandalkan konten edukasi.
4. Mendukung Strategi SEO yang Lebih Luas
SEO tidak lagi hanya berkaitan dengan peringkat di mesin pencari tradisional. Pemilik website juga perlu memperhatikan bagaimana kontennya dapat ditemukan, dipahami, dan dirujuk oleh sistem pencarian berbasis AI.
Cara Cek Apakah Website Sudah Memblokir AI Crawler
Sebelum mengubah pengaturan website, ada baiknya kamu memeriksa apakah AI crawler sudah mendapatkan akses. Berikut tiga cara yang bisa dilakukan.
1. Periksa File robots.txt
Buka browser, lalu masukkan alamat berikut dengan mengganti domainkamu.com menggunakan domain website milikmu:
https://domainkamu.com/robots.txt
2. Periksa Pengaturan CDN dan Firewall
Jika website menggunakan Cloudflare atau layanan CDN dan Web Application Firewall (WAF) lainnya, periksa pengaturan keamanan serta pengelolaan bot.
Ada kemungkinan akses crawler dibatasi oleh aturan firewall meskipun robots.txt tidak menunjukkan pemblokiran.
3. Periksa Server Log
Server log dapat membantu mengidentifikasi permintaan yang dilakukan bot ke website. Kamu bisa meminta tim teknis memeriksa user-agent, URL yang diakses, frekuensi permintaan, serta kode respons server.
Bagaimana Cara Mengatur AI Crawler di Website?
Setelah mengetahui status akses crawler, kamu dapat mengatur kebijakannya sesuai kebutuhan bisnis. Langkah teknisnya bergantung pada platform website dan infrastruktur yang digunakan. Berikut beberapa cara yang umum dilakukan.
1. Mengatur robots.txt
Jika ingin memberikan instruksi kepada crawler tertentu, kamu dapat menambahkan aturan berdasarkan nama user-agent.
Selain itu, jangan sembarangan mengubah aturan yang sudah ada. Kesalahan konfigurasi robots.txt berpotensi membatasi akses crawler mesin pencari tradisional dan mempengaruhi visibilitas organik website.
2. Mengatur Akses Melalui CDN atau WAF
Jika tujuanmu adalah membatasi bot yang menghasilkan trafik berlebihan, kamu dapat menerapkan aturan di tingkat infrastruktur.
Seperti membatasi frekuensi permintaan, menolak bot tertentu, atau mengatur kebijakan akses berdasarkan pola trafik.
3. Melindungi Konten yang Bersifat Privat
Jangan mengandalkan robots.txt untuk melindungi informasi rahasia. Jika ada halaman internal, data pelanggan, atau dokumen yang tidak boleh diakses publik, gunakan autentikasi dan kontrol akses yang sesuai.
4. Melakukan Audit secara Berkala
Kebijakan crawler sebaiknya tidak dibuat sekali lalu dilupakan. Periksa kembali robots.txt, aturan firewall, server log, dan perubahan kebutuhan bisnis secara berkala.
Perlukah Website Mengizinkan AI Crawler?
Pada akhirnya, keputusan mengizinkan atau memblokir AI crawler perlu disesuaikan dengan tujuan website. Jika website bertujuan menarik calon pelanggan melalui konten dan pencarian online, akses terhadap crawler yang relevan patut dipertimbangkan.
Perkembangan ini juga membuat pemilik website perlu mulai memperhatikan generative engine optimization dan AI search optimization sebagai pelengkap strategi SEO. Tujuannya bukan sekadar membuat website dapat di-crawl, melainkan meningkatkan peluang konten dipahami dan dipertimbangkan sebagai sumber yang relevan oleh berbagai sistem pencarian.
Jika kamu ingin website tetap kompetitif di tengah perubahan perilaku pencarian, Whello menyediakan jasa SEO untuk membantu bisnis mengembangkan strategi optimasi website yang terarah. Yuk konsultasi dulu dengan Whello, gratis kok!
Frequently Asked Questions
Tidak. Googlebot merupakan crawler yang digunakan Google untuk menemukan dan memproses halaman web bagi layanan pencariannya.

Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Sylvia Paramitha
Copywriter
Hai! Kenalin aku Sylvia Paramitha, copywriter alias orang dibalik kata-kata kreatif di Whello Indonesia. Yuk kenalan!

























