Pasang iklan di Facebook kelihatannya gampang. Tinggal pilih target, set budget, upload desain, lalu klik publish. Tapi kenyataannya, banyak orang yang sudah pasang iklan tapi hasilnya zonk. Budget habis, tapi penjualan nggak kelihatan.
Masalahnya sering bukan di produknya, tapi di cara membaca Facebook Ads metrics. Di artikel ini, kita akan bahas 7 metrics Facebook Ads yang wajib kamu pantau, lengkap dengan cara membacanya dan tips optimasinya supaya iklan makin cuan.
Daftar isi
Facebook Ads Metrics Paling Penting
Berikut penjelasan lengkap Facebook Ads Metrics paling penting yang wajib kamu ketahui:
1. Reach & Impressions

Reach adalah jumlah orang unik yang melihat iklanmu, sedangkan impressions adalah total berapa kali iklanmu tampil, termasuk ke orang yang sama. Jadi kalau reach kamu 10.000 dan impressions 25.000, artinya rata-rata satu orang melihat iklanmu sekitar 2–3 kali.
Metrics ini penting untuk melihat seberapa luas jangkauan iklanmu. Kalau reach kecil, bisa jadi target audience terlalu sempit atau budget terlalu kecil.

Kalau impressions besar tapi reach kecil, artinya iklan kamu muter di orang yang sama terus dan berpotensi bikin audiens bosan.
Idealnya, reach terus bertambah dan impressions tetap stabil agar iklan menjangkau audiens baru.
2. Link Clicks

Link Clicks menunjukkan berapa banyak orang yang benar-benar mengklik iklanmu dan masuk ke website, landing page, WhatsApp, atau marketplace. Metrics ini penting karena menandakan ketertarikan audiens terhadap iklanmu.
Kalau impressions besar tapi link clicks kecil, berarti iklanmu kurang menarik. Sebaliknya, kalau link clicks tinggi, artinya iklan relevan dan mampu mengundang rasa penasaran.
Untuk meningkatkan link clicks, kamu bisa menggunakan CTA yang jelas seperti “Beli Sekarang”, “Cek Promo”, atau “Daftar Sekarang” serta menampilkan manfaat utama produk secara langsung.
3. CTR (Click Through Rate)

CTR adalah persentase orang yang mengklik iklan setelah melihatnya. CTR dihitung dari jumlah link clicks dibagi impressions, lalu dikalikan 100%. Misalnya impressions 20.000 dan link clicks 600, berarti CTR kamu 3%.
Semakin tinggi CTR, semakin menarik iklanmu di mata audiens. CTR di bawah 1% biasanya menandakan iklan kurang menarik, sementara CTR di atas 2% sudah tergolong bagus.
Kalau CTR rendah, biasanya masalah ada di desain, headline, atau copywriting iklan yang kurang menggugah.
4. CPC (Cost Per Click)

CPC adalah biaya yang kamu keluarkan untuk setiap satu klik iklan. Misalnya kamu menghabiskan Rp600.000 dan mendapatkan 1.000 klik, berarti CPC kamu Rp600 per klik.
Metrics ini penting untuk melihat seberapa efisien biaya iklanmu. CPC mahal bisa berarti iklan kurang relevan atau target audience terlalu kompetitif. Sebaliknya, CPC murah biasanya menandakan iklan kamu disukai audiens.
Untuk menekan CPC, kamu bisa memperbaiki copywriting, menyesuaikan target audience, dan mencoba format video yang biasanya lebih murah.
5. Conversion Rate

Conversion rate menunjukkan persentase orang yang melakukan aksi setelah klik iklan, seperti membeli produk, mengisi form, atau chat WhatsApp. Misalnya dari 1.000 klik ada 50 pembelian, berarti conversion rate kamu 5%.
Metrics ini sangat penting karena klik yang banyak tidak selalu berarti hasil yang bagus. Kalau conversion rate rendah, biasanya masalah ada di landing page, harga, atau penawaran yang kurang menarik.
Landing page yang cepat, mobile friendly, dan penuh testimoni biasanya bisa meningkatkan conversion rate.
6. CPM (Cost Per Mille)

CPM adalah biaya yang kamu bayar untuk setiap 1.000 impressions. Metrics ini menunjukkan seberapa mahal biaya untuk menampilkan iklan ke audiens. CPM tinggi biasanya terjadi jika target audience terlalu sempit atau kompetitif, sedangkan CPM rendah menandakan audiens luas dan iklan relevan.
Untuk menurunkan CPM, kamu bisa memperluas target audience, menggunakan placement otomatis, dan memanfaatkan format video seperti Reels atau Story.
7. Amount Spent/Ad Spent

Amount spent adalah total uang yang sudah kamu keluarkan untuk menjalankan iklan. Metrics ini penting untuk mengontrol budget agar tidak over limit. Amount spent harus selalu dibandingkan dengan hasil seperti jumlah leads, pembelian, CPA, dan ROAS.
Jangan hanya fokus pada jumlah uang yang keluar, tapi pastikan uang tersebut menghasilkan dampak nyata untuk bisnismu.
8. Ad Frequency

Ad frequency menunjukkan rata-rata berapa kali satu orang melihat iklanmu. Misalnya reach 5.000 dan impressions 20.000, berarti frequency kamu 4 kali. Frequency yang ideal biasanya di angka 1–3.
Kalau sudah di atas 4, biasanya audiens mulai bosan dan performa iklan bisa menurun. Kalau frequency terlalu tinggi, sebaiknya kamu mengganti materi iklan, memperluas audience, atau menurunkan budget.
9. ROAS (Return on Ad Spend)

ROAS menunjukkan seberapa besar pendapatan yang kamu hasilkan dari setiap rupiah yang kamu keluarkan untuk iklan. Misalnya kamu menghabiskan Rp2.000.000 dan mendapatkan omzet Rp10.000.000, berarti ROAS kamu 5x. Artinya setiap Rp1 menghasilkan Rp5.
ROAS adalah indikator utama untung atau ruginya iklan. Kalau ROAS di bawah 1, berarti iklan rugi. Kalau di atas 3, biasanya sudah tergolong bagus. Fokuslah meningkatkan ROAS dengan memaksimalkan iklan yang performanya paling tinggi.
10. View Content
View content adalah jumlah orang yang membuka halaman produk atau landing page setelah mengklik iklan. Metrics ini penting untuk melihat minat awal calon pembeli. Kalau view content tinggi tapi pembelian rendah, biasanya halaman produk kurang meyakinkan atau harganya kurang sesuai dengan ekspektasi.
Kalau view content rendah, bisa jadi iklan kurang menarik. Pastikan Facebook Pixel terpasang dengan benar agar data view content bisa terbaca dengan akurat.
11. Closing (Purchase / Lead)
Closing mengacu pada jumlah hasil akhir dari iklan, seperti pembelian, leads, atau chat masuk. Inilah tujuan utama dari iklan. Metrics ini harus selalu dibandingkan dengan amount spent, CPA, dan ROAS untuk melihat apakah iklan benar-benar menguntungkan.
Closing yang tinggi tapi CPA mahal bisa tetap merugikan, sedangkan closing yang lebih sedikit tapi ROAS tinggi justru lebih sehat untuk bisnis.
12. Post Engagement
Post engagement mencakup semua interaksi di iklan seperti like, comment, share, save, dan video views. Metrics ini menunjukkan seberapa menarik konten iklanmu di mata audiens.
Engagement tinggi biasanya menandakan iklan relevan dan disukai, sedangkan engagement rendah menandakan iklan terasa membosankan. Konten edukasi, hiburan, dan yang mengajak diskusi biasanya punya engagement lebih tinggi.
Iklan Jalan, Tapi Hasil Zonks? Waktunya Pakai Jasa Iklan Profesional!
Kalau kamu masih merasa bingung, ribet ngurusin metrics, atau takut budget habis tapi hasil nggak kelihatan, nggak perlu dipaksakan sendiri. Lebih aman dan praktis, serahkan saja ke jasa iklan sosial media profesional.
Whello sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani berbagai jenis klien dari beragam industri, jadi strategi iklannya bukan cuma asal jalan, tapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.
Apalagi, Whello juga menyediakan konsultasi gratis yang bisa kamu manfaatkan untuk diskusi strategi iklan yang paling cocok buat bisnismu. Yuk, daripada trial-error sendiri, mending mulai langkah yang lebih pasti bareng Whello sekarang juga!
Berapa CTR yang bagus untuk Facebook Ads?
Idealnya di atas 1%. Kalau bisa tembus 2–3% itu sudah sangat bagus.
Apakah CPC murah selalu bagus?
Belum tentu. Yang penting bukan cuma murah, tapi apakah klik tersebut menghasilkan penjualan.
Lebih penting CPA atau ROAS?
Untuk bisnis, ROAS lebih penting karena menunjukkan untung atau rugi secara langsung.
Boost omset penjualan di website kamu dengan SEA!
Maksimalkan omset bisnismu dan dapatkan keuntungan dengan strategi SEA yang tepat. Mulai konsultasi dengan specialist kami sekarang!
Mulai Konsultasi!Ingin konsultasi
dengan para specialist
Whello?
Tips lainnya dari kami
Apakah Guest Posting Masih Efektif untuk SEO? Ini Faktanya
Apakah guest posting masih jadi senjata ampuh untuk SEO? Simak fakta dan tips terbaru yang bisa membantu optimalkan strategi kontenmu!
Tips SEO di Tahun 2026, Membantu Tingkatkan Trafik Website Kamu!
Sebelum melakukan optimalisasi SEO, kamu perlu mengetahui tips SEO terbaru yang sesuai dengan algoritma Google saat ini, ada 7 tips yang perlu kamu ketahui.
SEO vs GEO: Apa Bedanya dan Mana yang Harus Diprioritaskan?
Bingung antara SEO vs GEO? Pelajari perbedaan keduanya dan mana yang sebaiknya diprioritaskan untuk meningkatkan visibilitas bisnis kamu!
Follow us on Instagram
Temukan tips bermanfaat digital marketing serta keseruan spesialis Whello dalam menumbuhkan brand, hanya di Instagram @whello.indonesia. Follow, ya!