Cara Ganti Domain Website Tanpa Kehilangan Ranking Google
durasi baca : 4 menit
Mengganti nama domain memang sering menjadi bagian dari perkembangan sebuah bisnis. Misalnya karena melakukan rebranding, menggunakan domain yang lebih profesional, atau ingin memperluas jangkauan pasar. Namun, banyak pemilik website khawatir proses migrasi domain akan membuat traffic turun dan ranking di Google hilang. Kekhawatiran tersebut memang beralasan.
Jika proses perpindahan domain dilakukan dengan cara yang kurang tepat, Google bisa menganggap website baru sebagai situs yang benar-benar berbeda.
Kabar baiknya, Google sudah menyediakan panduan resmi agar migrasi domain dapat dilakukan dengan aman. Selama mengikuti langkah-langkah yang direkomendasikan, peluang mempertahankan ranking website akan jauh lebih besar.
Apa Itu Migrasi Domain?
Migrasi domain adalah proses memindahkan sebuah domain dari satu registrar atau penyedia layanan domain ke registrar lainnya. Misalnya, sebelumnya domain kamu terdaftar di penyedia A, kemudian dipindahkan ke penyedia B karena ingin mendapatkan layanan yang lebih baik atau mengelola website di satu tempat.
Proses ini umumnya memakan waktu sekitar 5–7 hari, tergantung pada registrar dan jenis ekstensi domain yang digunakan. Selama proses berlangsung, website biasanya tetap dapat diakses oleh pengunjung, meskipun beberapa perubahan pada domain sebaiknya tidak dilakukan hingga proses transfer selesai.
Migrasi domain biasanya dilakukan karena beberapa alasan, seperti pindah ke penyedia hosting atau registrar yang lebih sesuai dengan kebutuhan, maupun adanya perubahan kepemilikan domain akibat proses jual beli.
Perlu diingat, migrasi domain berbeda dengan pindah hosting. Migrasi domain hanya memindahkan pengelolaan nama domain, sedangkan pindah hosting berarti memindahkan seluruh data dan file website ke server yang baru.
Apa Pendapat Google Tentang Migrasi Domain?
Menurut Google, migrasi domain adalah proses yang normal dan tidak akan langsung membuat website kehilangan ranking di hasil pencarian. Namun, Google juga menjelaskan bahwa perpindahan domain dapat menyebabkan penurunan traffic atau perubahan peringkat sementara karena mesin pencari membutuhkan waktu untuk melakukan crawl, indexing, dan memindahkan sinyal SEO dari domain lama ke domain baru.
Selama proses migrasi dilakukan sesuai panduan Google—seperti menggunakan redirect 301, memperbarui sitemap, dan memberi tahu Google melalui Google Search Console—ranking website umumnya dapat dipertahankan dan kembali stabil seiring waktu. Jadi, Anda tidak perlu khawatir melakukan migrasi domain, asalkan seluruh prosesnya dilakukan dengan benar dan mengikuti rekomendasi dari Google.
Requirement Terbaru Google untuk Migrasi Domain
Google baru-baru ini memperbarui panduan resmi mengenai migrasi domain, khususnya terkait penggunaan fitur Change of Address di Google Search Console.
Fitur ini berfungsi untuk memberi tahu Google bahwa website telah berpindah ke domain baru, sehingga proses pemindahan sinyal SEO dan ranking dari domain lama ke domain baru dapat berjalan lebih lancar. Berikut beberapa requirement terbaru yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan Change of Address untuk Pindah ke Domain Baru
Jika kamu melakukan migrasi domain dari satu nama domain ke nama domain lain, Google menyarankan untuk menggunakan fitur Change of Address di Google Search Console.

Dengan fitur ini, Google akan lebih mudah mengenali bahwa website kamu telah berpindah sehingga proses pengalihan ranking dan indeks dapat dilakukan dengan lebih cepat.
2. Verifikasi Semua Versi Domain di Google Search Console
Sebelum mengirimkan permintaan Change of Address, pastikan semua versi domain lama sudah diverifikasi di Google Search Console.

Hal ini mencakup domain utama, versi www, non-www, hingga subdomain yang dimiliki. Verifikasi ini penting agar Google dapat memproses perpindahan domain dengan lebih akurat.
3. Sertakan Semua Subdomain
Google kini merekomendasikan agar permintaan Change of Address juga dilakukan untuk seluruh subdomain, meskipun subdomain tersebut sudah jarang atau bahkan tidak lagi digunakan.
Misalnya, jika kamu memiliki blog.example.com atau en.example.com, sebaiknya subdomain tersebut tetap disertakan dalam proses migrasi agar tidak ada sinyal SEO yang terlewat.
4. Ajukan Change of Address untuk Versi WWW dan Non-WWW
Selain subdomain, Google juga menyarankan agar kamu mengirimkan permintaan Change of Address untuk versi www dan non-www dari domain lama.
Contohnya, jika website kamu memiliki www.example.com dan example.com, keduanya sebaiknya diproses meskipun hanya salah satu yang aktif digunakan. Langkah ini membantu Google memahami seluruh variasi domain yang dimiliki.
5. Ketahui Kapan Change of Address Tidak Diperlukan
Google juga menjelaskan bahwa fitur Change of Address tidak digunakan untuk semua jenis perpindahan website.
Misalnya, saat berpindah dari HTTP ke HTTPS, mengubah struktur URL kategori, berpindah antara www dan non-www, atau hanya mengganti layanan hosting maupun CDN tanpa mengubah nama domain.
Pada kondisi tersebut, kamu tidak perlu menggunakan fitur Change of Address karena domain website tetap sama.
Cara Migrasi Domain Tanpa Kehilangan Ranking Google
Banyak orang mengira mengganti domain pasti membuat website kehilangan ranking di Google. Padahal, hal tersebut bisa dihindari jika proses migrasi domain dilakukan dengan benar. Nah, supaya perpindahan domain berjalan aman dan website tetap optimal, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
A. Buka Halaman Transfer Domain
Langkah pertama, buka halaman Transfer Domain yang disediakan oleh penyedia layanan domain pilihan kamu. Selanjutnya, masukkan nama domain yang ingin dipindahkan.
Setelah domain terdeteksi, biasanya akan muncul formulir yang berisi informasi seperti kode EPP (Authorization Code), durasi perpanjangan domain, dan pilihan layanan tambahan (addons) yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
B. Isi Formulir Transfer Domain
Setelah itu, masukkan kode EPP yang diperoleh dari registrar lama sebagai bukti bahwa kamu memiliki hak untuk memindahkan domain tersebut. Selanjutnya, pilih durasi perpanjangan domain serta layanan tambahan jika diperlukan.
Setelah semua data sudah benar, lanjutkan proses dengan memasukkan pesanan ke keranjang, kemudian lakukan checkout hingga muncul halaman pembayaran.
C. Lakukan Pembayaran dan Tunggu Proses Transfer
Tahap terakhir adalah menyelesaikan pembayaran sesuai metode yang disediakan oleh penyedia layanan domain. Setelah pembayaran berhasil dikonfirmasi, proses migrasi domain akan mulai dilakukan.
Umumnya, proses transfer membutuhkan waktu sekitar 5–7 hari, tergantung pada registrar dan jenis ekstensi domain yang digunakan.
Selama proses berlangsung, website biasanya tetap dapat diakses oleh pengunjung, sehingga kamu tidak perlu khawatir website akan offline.
Terkendala dalam Migrasi Domain?
Migrasi domain bukan sesuatu yang perlu ditakuti selama dilakukan dengan perencanaan yang matang. Google sendiri telah menyediakan panduan dan fitur khusus untuk membantu proses perpindahan domain agar sinyal SEO tetap berpindah ke website baru.
Memiliki website yang profesional saja belum cukup jika tidak didukung dengan performa SEO yang optimal. Melalui jasa SEO dan jasa pembuatan website dari Whello, kamu akan mendapatkan website yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga dirancang agar mudah ditemukan di Google.
Tim Whello juga siap membantu berbagai kebutuhan teknis, mulai dari cara migrasi Blogger ke WordPress, proses migrasi domain, hingga memberikan konsultasi mengenai beda hosting, domain dan server agar kamu dapat memilih solusi yang paling sesuai untuk bisnis.
Dengan pengalaman meng-handle berbagai jenis klien, Whello tentunya sudah terpercaya akan memberikan hasil terefektif. Tunggu apa lagi? Yuk hubungi Whello!
Frequently Asked Questions
Migrasi domain adalah proses memindahkan domain dari satu registrar atau nama domain lama ke domain baru.

Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Doni Adrian
Webdeveloper & Front End Developer
Kenalin Doni Adrian, web developer yang fokus bagian front-end di Whello Indonesia. Menurutku, ngoding itu bukan cuma soal fungsi, tapi juga impact.

























