SEO Outreach Masih Efektif? Ini Jawabannya di Era AI Search
durasi baca : 3 menit
Kalau kamu berkecimpung di dunia SEO, istilah SEO outreach mungkin sudah tidak asing lagi. Strategi ini biasanya dilakukan dengan menghubungi pemilik website, blogger, media, atau pihak lain untuk membangun hubungan dan mendapatkan backlink yang relevan.
Namun, sejak munculnya AI Search seperti Google AI Overviews dan berbagai mesin pencarian berbasis AI, muncul pertanyaan baru: apakah SEO outreach masih efektif?
Lalu, bagaimana cara menjalankan SEO outreach yang efektif di era AI Search? Yuk, bahas tuntas di sini!
Apa Itu SEO Outreach?
SEO outreach adalah proses menghubungi pemilik website, blogger, media, publisher, atau pihak lain yang relevan untuk membangun hubungan dan mendapatkan peluang yang mendukung strategi dasar SEO.
Salah satu tujuan paling umum SEO outreach adalah mendapatkan backlink dari website lain. Backlink sendiri merupakan tautan dari website lain yang mengarah ke website kita.
Contohnya, kamu punya website yang menjual produk skincare. Kamu kemudian menghubungi website beauty atau lifestyle dan menawarkan artikel mengenai "Cara Memilih Skincare untuk Kulit Sensitif".
Jika artikel tersebut diterbitkan dan mencantumkan link menuju website kamu, itu merupakan salah satu bentuk hasil dari SEO outreach.
Namun, SEO outreach tidak selalu harus berakhir dengan backlink.
Outreach juga bisa digunakan untuk mendapatkan:
- Brand mention di website lain.
- Kesempatan menjadi narasumber.
- Guest post.
- Kolaborasi konten.
- Digital PR.
- Penyebutan produk atau brand dalam artikel.
- Link dari resource page yang relevan.
Apa Manfaat SEO Outreach?
SEO outreach bukan cuma soal mendapatkan link. Kalau dilakukan dengan benar, ada beberapa manfaat lain yang bisa dirasakan website.
1. Mendapatkan Backlink Berkualitas
Ini merupakan manfaat SEO outreach yang paling sering dibicarakan.
Backlink dari website yang relevan dan terpercaya dapat membantu memperkuat otoritas website di mata mesin pencari.
Misalnya, website kamu membahas tentang olahraga badminton. Mendapatkan backlink dari website yang juga membahas olahraga tentu lebih relevan dibanding mendapatkan link dari website yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik tersebut.
2. Meningkatkan Brand Awareness
SEO outreach juga dapat membuat lebih banyak orang mengenal brand kamu.
Misalnya, sebuah website populer menulis artikel tentang "Rekomendasi Jasa SEO untuk Bisnis di Indonesia" dan menyebut brand kamu di dalamnya.
Meskipun pembaca tidak langsung membeli produk atau menggunakan jasa, mereka setidaknya mulai mengenal brand tersebut.
Dalam jangka panjang, mention seperti ini dapat membantu membangun brand awareness.
3. Mendatangkan Referral Traffic
Backlink yang bagus tidak hanya berguna untuk mesin pencari. Link tersebut juga bisa mendatangkan pengunjung secara langsung.
Contohnya, sebuah artikel tentang tips digital marketing mencantumkan link menuju artikel di website kamu.
Jika artikelnya memiliki banyak pembaca, sebagian dari mereka mungkin mengklik link tersebut dan mengunjungi website kamu. Inilah yang disebut referral traffic.
4. Membangun Kredibilitas
Ketika brand sering disebut oleh website, media, atau sumber yang relevan, kredibilitasnya bisa ikut meningkat.
Bayangkan kamu sedang mencari jasa SEO. Kamu menemukan sebuah agency yang sering disebut di berbagai artikel industri, podcast, media, dan website terkait.
Dibandingkan brand yang hampir tidak pernah muncul di mana pun, brand yang sering mendapatkan exposure tentu terlihat lebih meyakinkan.
5. Membuka Peluang Kolaborasi
Outreach juga bisa menjadi pintu masuk untuk kerja sama lainnya. Awalnya mungkin hanya menghubungi blogger untuk guest post. Namun, setelah terjalin hubungan, bisa saja berkembang menjadi:
- Kolaborasi konten.
- Webinar.
- Podcast.
- Interview.
- Partnership.
- Campaign bersama.
Jadi, SEO outreach sebenarnya juga bisa menjadi bagian dari strategi digital networking.
Jenis-Jenis SEO Outreach
SEO outreach punya beberapa bentuk. Kamu tidak harus menggunakan semuanya. Pilih metode yang paling sesuai dengan tujuan dan niche website.
1. Guest Post Outreach
Guest post adalah metode ketika kamu menawarkan artikel untuk diterbitkan di website orang lain.
Contohnya, kamu memiliki website tentang digital marketing. Kamu menemukan blog yang membahas bisnis dan marketing, kemudian menawarkan artikel seperti: "7 Strategi Digital Marketing untuk UMKM yang Baru Mulai Online."
Dalam artikel tersebut, kamu bisa mendapatkan kesempatan mencantumkan link yang relevan menuju website sendiri, selama sesuai dengan kebijakan publisher.
Namun, jangan membuat guest post hanya untuk menyisipkan link. Artikel harus benar-benar memberikan manfaat bagi pembaca.
2. Link Building Outreach
Jenis ini lebih fokus pada mendapatkan backlink dari halaman yang sudah relevan.
Misalnya, kamu menemukan artikel berjudul "Panduan SEO untuk Pemula" yang membahas dasar-dasar SEO website tetapi belum memiliki referensi mengenai technical SEO.
Kamu bisa menghubungi pemilik website dan menawarkan artikel di website kamu sebagai referensi tambahan.
Kuncinya adalah memberikan alasan yang masuk akal mengapa mereka perlu menambahkan link tersebut.
3. Digital PR Outreach
Digital PR berfokus pada mendapatkan exposure dari media atau publisher online.
Misalnya, perusahaan kamu memiliki data atau hasil riset mengenai tren penggunaan AI oleh bisnis Indonesia. Data tersebut bisa dikemas menjadi laporan atau press release, kemudian ditawarkan kepada media yang relevan.
Jika media tertarik, mereka bisa mengutip data tersebut dan menyebut brand kamu sebagai sumber.
Hasilnya bisa berupa brand mention, backlink, referral traffic, sekaligus peningkatan kredibilitas.
4. Broken Link Outreach
Metode ini memanfaatkan link yang sudah rusak di website lain. Contohnya, kamu menemukan artikel yang memiliki link menuju halaman yang sudah tidak tersedia. Kebetulan website kamu memiliki artikel yang membahas topik serupa.
Kamu dapat menghubungi pemilik website dan memberi tahu bahwa link tersebut sudah tidak aktif, lalu menawarkan halaman kamu sebagai alternatif.
Cara ini terasa lebih natural karena kamu benar-benar membantu memperbaiki kualitas halaman mereka.
5. Resource Page Outreach
Beberapa website memiliki halaman khusus yang berisi kumpulan sumber atau referensi.
Jika website kamu memiliki panduan digital marketing yang benar-benar berkualitas, kamu bisa menghubungi pengelola halaman tersebut dan meminta agar resource kamu dipertimbangkan.
6. Expert Outreach
Jenis outreach ini dilakukan dengan melibatkan ahli atau profesional sebagai sumber informasi.
Contohnya, kamu membuat artikel tentang SEO dan membutuhkan pendapat praktisi. Kamu menghubungi beberapa SEO specialist untuk memberikan insight.
Ketika artikel diterbitkan, mereka mungkin ikut membagikannya di media sosial atau website mereka. Jadi, manfaatnya bukan hanya backlink, tetapi juga exposure dan networking.
Apakah SEO Outreach Masih Efektif di Era AI Search?
Ya, SEO outreach masih efektif. Tetapi standar kualitasnya semakin tinggi.
AI Search mengubah cara orang mencari dan mendapatkan informasi. Pengguna kini tidak selalu harus membuka banyak website untuk menemukan jawaban. AI dapat merangkum informasi dari berbagai sumber dan menyajikannya langsung kepada pengguna.
Kondisi ini membuat strategi SEO tidak cukup hanya mengejar posisi ranking.
Tips Implementasi SEO Outreach di Era AI Search
Kalau ingin SEO outreach memberikan hasil yang lebih maksimal, coba terapkan beberapa tips berikut.
1. Utamakan Relevansi
Jangan memilih website hanya karena memiliki domain authority atau traffic tinggi. Perhatikan apakah topiknya relevan dengan website kamu.
Misalnya, website tentang properti sebaiknya mencari peluang dari website real estate, bisnis, finansial, investasi, arsitektur, atau topik terkait.
2. Cari Website yang Benar-Benar Berkualitas
Periksa kualitas website sebelum melakukan outreach. Lihat apakah website tersebut memiliki:
- Konten yang berkualitas.
- Audiens yang relevan.
- Aktivitas yang konsisten.
- Topik yang jelas.
- Reputasi yang baik.
- Backlink profile yang sehat.
Hindari website yang terlihat hanya dibuat untuk menjual backlink.
3. Jangan Menggunakan Template Outreach yang Terlalu Generik
Email seperti: "Dear Sir/Madam, kami ingin melakukan kerja sama backlink..." kemungkinan besar akan diabaikan. Cobalah membuat pesan yang lebih personal.
Misalnya: "Halo, saya membaca artikel Anda tentang strategi digital marketing untuk UMKM. Menurut saya, pembahasan mengenai SEO lokal masih bisa diperluas..."
Kemudian jelaskan bagaimana konten atau website kamu dapat memberikan nilai tambahan.
4. Tawarkan Sesuatu yang Bernilai
Jangan hanya meminta link, tapi tawarkan sesuatu yang memang bermanfaat, seperti:
- Data terbaru.
- Artikel berkualitas.
- Insight dari expert.
- Studi kasus.
- Infografik.
- Riset.
- Resource yang relevan.
Semakin jelas value yang kamu tawarkan, semakin besar kemungkinan publisher tertarik.
5. Gunakan AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia
AI bisa membantu mencari prospek, membuat draft email, menganalisis website, atau mengelompokkan calon publisher. Tetapi jangan menyerahkan seluruh proses kepada AI.
Pesan outreach tetap perlu diperiksa dan dipersonalisasi manusia. Pastikan informasi yang digunakan benar dan alasan menghubungi website tersebut memang relevan.
6. Bangun Hubungan Jangka Panjang
Jangan menghubungi publisher hanya ketika membutuhkan backlink.
Kalau sudah memiliki hubungan yang baik, kamu bisa mengikuti konten mereka, memberikan apresiasi, membagikan artikel mereka, atau menawarkan kolaborasi lain.
Dengan begitu, outreach berubah dari sekadar link building menjadi relationship building.
7. Ukur Hasilnya
SEO outreach juga perlu dievaluasi. Beberapa metrik yang bisa dipantau antara lain:
- Jumlah website yang dihubungi.
- Response rate.
- Jumlah placement yang berhasil.
- Jumlah backlink yang didapat.
- Referral traffic.
- Brand mention.
- Perubahan ranking.
- Organic traffic.
- Leads atau conversion.
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui metode outreach mana yang benar-benar memberikan dampak.
Optimasi SEO Lebih Aman dan Efektif? Gunakan Jasa SEO Saja!
Kalau ingin optimasi SEO website kamu lebih maksimal, jangan hanya mengandalkan strategi coba-coba. Menggunakan jasa SEO profesional bisa bantu website terhindar dari berbagai error teknis dan bisa lebih SEO-friendly sejak awal.
Whello sendiri sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani berbagai jenis klien dari beragam industri, sehingga strategi SEO bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis kamu.
Menariknya lagi, kamu juga bisa konsultasi SEO secara gratis bersama Whello loh. Jadi, yuk konsultasikan kebutuhan SEO website kamu!
Frequently Asked Questions
Tidak sepenuhnya. Link building adalah strategi untuk mendapatkan backlink, sedangkan SEO outreach merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam proses link building. Outreach juga bisa menghasilkan brand mention, PR, kolaborasi, dan exposure lainnya.
Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Sylvia Paramitha
Copywriter
Hai! Kenalin aku Sylvia Paramitha, copywriter alias orang dibalik kata-kata kreatif di Whello Indonesia. Yuk kenalan!


























