Pernah nggak sih kamu buka Google Search Console dan kaget karena ranking website tiba-tiba naik drastis, lalu beberapa hari kemudian malah anjlok? Padahal nggak merasa mengubah apa pun di website. Kalau iya, besar kemungkinan kamu sedang berhadapan dengan yang namanya SERP volatility.
Fenomena ini sering bikin pemilik website, blogger, dan praktisi SEO deg-degan. Rasanya seperti naik roller coaster dimana hari ini senang karena traffic naik, besok panik karena ranking turun. Tapi tenang, SERP volatility itu hal yang normal di dunia SEO. Yuk, kita bahas lengkap di sini!
Daftar isi
Apa Itu SERP Volatility?
SERP volatility adalah kondisi di mana hasil pencarian Google (Search Engine Results Page atau SERP) mengalami perubahan yang signifikan dalam waktu singkat.
Kondisi ini membuat ranking website bisa naik atau turun drastis, posisi keyword bisa berubah-ubah dan traffic bisa fluktuatif tanpa alasan yang terlihat jelas.
Kenapa SERP Bisa Sangat Fluktuatif?
Google itu terus memperbarui sistem penilaiannya dimana tujuannya menampilkan hasil pencarian terbaik dan paling relevan untuk pengguna.
Masalahnya, sistem ini terus berkembang, jadi perubahan ranking adalah hal yang wajar.
Faktor Penyebab SERP Volatility
Ada beberapa faktor utama yang membuat ranking website bisa naik turun dalam waktu yang relatif singkat, yaitu:
1. Update Algoritma Google
Google rutin melakukan pembaruan algoritma, baik dalam skala kecil maupun besar seperti Google Core Update. Update ini bisa mengubah cara Google menilai kualitas konten, bobot backlink, hingga cara membaca intent pencarian pengguna.
Akibatnya, website yang sebelumnya berada di posisi atas bisa saja turun karena dianggap kurang relevan dengan standar terbaru, sementara website lain justru naik karena lebih sesuai dengan kriteria baru.
2. Perubahan Perilaku Pencarian Pengguna
Hasil pencarian Google juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pengguna yang terus berubah. Tren pencarian, musim tertentu, hingga topik yang sedang viral bisa membuat popularitas suatu keyword naik atau turun.
Misalnya, keyword “hotel Bali” biasanya melonjak menjelang musim liburan, lalu menurun setelah liburan selesai. Ini bukan karena SEO-nya buruk, tapi karena minat pencarian pengguna memang sedang berubah.
3. Kompetitor Mengoptimasi Website Mereka
SERP juga bersifat kompetitif. Kalau kamu berhenti beroptimasi sementara kompetitor terus memperbarui konten, menambah backlink, memperbaiki user experience, dan meningkatkan kecepatan website, maka posisi mereka bisa naik dan menggeser ranking kamu.
Contohnya, ketika kamu punya artikel “Tips Diet Sehat” dan kompetitor memperbaruinya menjadi lebih lengkap, menambahkan video, serta mendapatkan backlink dari media besar, wajar jika posisi kamu akhirnya turun.
4. Perubahan Tampilan SERP
Sekarang Google tidak lagi hanya menampilkan 10 link biru di halaman pencarian. Ada berbagai fitur tambahan seperti featured snippet, People Also Ask, video carousel, local pack, dan knowledge panel. Perubahan ini bisa memengaruhi klik meskipun ranking website kamu tidak berubah.
5. Evaluasi Ulang Kualitas Website
Google juga terus melakukan evaluasi ulang terhadap kualitas website, mulai dari kecepatan loading, tampilan di perangkat mobile, struktur konten, hingga user experience secara keseluruhan. Jika website mulai terasa lemot, banyak error, atau tampilannya kurang nyaman di HP, ranking bisa ikut terdampak dan perlahan menurun.
6. Masalah Indexing dan Crawling
Kalau mesin pencari kesulitan membaca dan mengindeks website kamu dengan benar, ranking bisa jadi tidak stabil. Masalah teknis seperti website yang lemot, konten duplikat, struktur website yang berantakan, atau banyak link rusak bisa bikin Google bingung saat memindai halaman kamu.
Akibatnya, halaman bisa turun ranking atau bahkan tidak muncul di hasil pencarian. Supaya aman, biasakan rutin cek kesehatan website lewat Google Search Console agar proses crawling dan indexing tetap lancar.
7. Terkena Penalti dari Google
Google bisa memberi penalti, baik secara manual maupun lewat algoritma, kalau website melanggar aturan mereka. Misalnya menggunakan teknik curang seperti keyword stuffing, cloaking, atau memakai backlink spam.
Kalau tiba-tiba ranking anjlok tanpa sebab yang jelas, bisa jadi website kamu kena penalti. Solusinya, segera cek notifikasi di Google Search Console dan lakukan perbaikan sesuai arahan Google.
8. Keyword Cannibalization
Keyword cannibalization terjadi saat beberapa halaman di website kamu menargetkan keyword yang sama. Akibatnya, Google jadi bingung harus menaikkan halaman yang mana. Hasilnya, ranking bisa naik turun karena Google bolak-balik menampilkan halaman yang berbeda.
Supaya nggak terjadi, kamu bisa mengatur internal link dengan rapi, menggabungkan konten yang mirip, atau menggunakan canonical tag agar Google tahu halaman mana yang jadi prioritas.
5 Tips dan Praktik SEO Terbaik untuk Mengelola SERP Volatility
Menghadapi SERP volatility memang butuh strategi yang matang dan konsisten. Dengan menerapkan praktik SEO yang tepat, kamu bisa mengurangi dampak fluktuasi ranking sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul. Berikut panduan cara mengatasi SERP volatility yang bisa kamu ikuti:
1. Buat Konten Berkualitas Tinggi
Konten adalah senjata utama dalam SEO dan punya peran besar dalam menghadapi SERP volatility. Konten yang berkualitas, informatif, dan relevan bisa meningkatkan engagement sekaligus memperbesar peluang ranking yang lebih stabil.
Saat membuat konten, pastikan kamu benar-benar memahami search intent pengguna dan menyajikan jawaban yang lengkap serta mudah dipahami. Jangan lupa rutin memperbarui artikel lama agar tetap relevan dengan kondisi terbaru, serta lengkapi dengan media pendukung seperti gambar, video, atau infografis agar tampil lebih menarik dan berpeluang muncul di rich snippet.
2. Perkuat Fondasi Technical SEO
Technical SEO adalah pondasi dari sebuah website. Kalau pondasinya rapuh, ranking bisa gampang goyah saat terjadi SERP volatility. Pastikan website kamu memiliki kecepatan loading yang baik karena website yang lambat bisa langsung terdampak penurunan ranking.
Selain itu, tampilan website harus mobile friendly karena Google menggunakan mobile-first indexing. Periksa juga link yang rusak dan redirect yang bermasalah agar tidak mengganggu proses crawling Google.
Supaya mesin pencari lebih mudah membaca struktur website, gunakan XML sitemap dan pastikan tidak ada halaman penting yang terkunci atau sulit diakses.
3. Fokus ke User Experience (UX)
Sekarang Google semakin memprioritaskan pengalaman pengguna dalam menentukan ranking. Website yang nyaman digunakan biasanya lebih tahan terhadap fluktuasi ranking karena pengunjung betah berlama-lama dan lebih aktif berinteraksi.
Pastikan navigasi website mudah dipahami, tampilan nyaman dibaca dengan struktur yang rapi, serta tambahkan elemen interaktif seperti kolom komentar, tombol share, atau call to action.
Konten interaktif seperti quiz, polling, atau kalkulator juga bisa meningkatkan waktu kunjungan dan menurunkan bounce rate, yang pada akhirnya berdampak positif ke performa SEO.
4. Targetkan Long-Tail Keyword
Keyword besar memang terlihat menggiurkan, tapi biasanya persaingannya tinggi dan lebih rawan fluktuasi. Sebaliknya, long-tail keyword cenderung lebih stabil karena lebih spesifik dan kompetisinya lebih rendah.
Dengan menargetkan long-tail keyword, kamu bisa menjangkau audiens yang benar-benar membutuhkan solusi dari konten kamu. Gunakan tools riset keyword untuk menemukan peluang keyword yang relevan, lalu buat konten yang menjawab pertanyaan atau masalah secara spesifik.
5. Diversifikasi Channel Marketing
Mengandalkan traffic dari Google saja itu berisiko karena ketika ranking turun, traffic bisa langsung ikut anjlok. Untuk menghindari hal ini, kamu perlu mendiversifikasi channel marketing.
Manfaatkan media sosial untuk mendatangkan traffic tambahan dan membangun brand, gunakan iklan berbayar sebagai backup saat ranking organik turun, serta bangun database email agar kamu punya sumber traffic yang lebih stabil.
Selain itu, strategi content marketing dan PR seperti guest post dan kolaborasi juga bisa membantu mendatangkan backlink sekaligus traffic dari luar Google.
Ranking Nggak Stabil? Saatnya Serahkan Urusan SEO ke Ahlinya
Kalau setelah memahami semua penjelasan tentang SERP volatility kamu masih merasa bingung, kewalahan, atau nggak punya waktu untuk ngurusin optimasi sendiri, gak perlu khawatir. Dunia SEO memang penuh dinamika dan perubahan, jadi wajar kalau butuh bantuan ahlinya.
Nah, daripada trial and error yang malah berisiko kena error teknis, lebih aman langsung pakai jasa SEO profesional seperti Whello. Whello sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani berbagai jenis klien dari beragam industri, jadi strategi yang diterapkan bukan asal-asalan, tapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.
Ditambah lagi, Whello juga menawarkan konsultasi gratis yang bisa kamu manfaatkan untuk mulai menyusun strategi SEO yang lebih matang. Yuk, bikin website kamu lebih SEO-friendly sejak awal dan lebih siap menghadapi naik turunnya ranking bersama Whello!
Apakah SERP volatility berbahaya?
Tidak selalu. SERP volatility itu normal. Yang berbahaya adalah jika ranking terus turun tanpa ada strategi.
Berapa lama dampak update algoritma terasa?
Biasanya 1–4 minggu sampai ranking benar-benar stabil kembali.
Apakah website baru lebih rentan terkena SERP volatility?
Ya. Website baru biasanya masih dalam fase “uji coba” Google, jadi fluktuasinya lebih besar.
Mulai optimasi SEO website bisnismu sekarang!
Dapatkan posisi page 1 Google dan tingkatkan traffic serta revenue pada website bisnis kamu dengan SEO. Konsultasi dengan specialist kami sekarang!
Mulai Konsultasi!Ingin konsultasi
dengan para specialist
Whello?
Tips lainnya dari kami
Cara Pakai Strategi Outbound Link Tanpa Merugikan Website
Sering menggunakan outbound link berlebihan dan tanpa perencanaan yang tepat? Gunakan strategi ini untuk mengoptimalkan website kamu!
Apa Itu Data Layer dan Perannya dalam Strategi SEO & Analytics
Websitemu sudah menggunakan data layer? Perannya ternyata sangat penting loh dalam menentukan Strategi SEO. Yuk pahami di sini!
Click Fraud: Ancaman Tersembunyi di Iklan Berbayar
Campaign iklanmu merasa kurang efektif? Bisa jadi karena click fraud! Click fraud adalah ancaman serius bagi pengguna pemasaran digital loh!
Follow us on Instagram
Temukan tips bermanfaat digital marketing serta keseruan spesialis Whello dalam menumbuhkan brand, hanya di Instagram @whello.indonesia. Follow, ya!