Social Media Marketing 2026: Cara Konten Disukai Audiens dan AI
durasi baca : 9 menit
Saat ini, media sosial menjadi salah satu media yang cukup efektif untuk mempromosikan sebuah produk. Atau biasa kita kenal dengan istilah “Social Media Marketing”. Ada berbagai jenis media sosial yang bisa digunakan, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan jenis media sosial lainnya.
- 1. Fokus Pada Platform yang Benar, Bukan Semua Platform
- 2. Optimasi Facebook Marketing
- 3. Buat Konten yang Menjawab Pertanyaan Audiens
- 4. Optimalkan Social SEO
- 5. Prioritaskan Video Pendek Berkualitas
- 6. Bangun Personal Branding, Bukan Hanya Branding Perusahaan
- 7. Gunakan Social Media Ads dengan Data yang Tepat
- 8. Kolaborasi dengan Micro dan Nano Influencer
- 9. Integrasikan Media Sosial dengan Website dan AI Search
- 10. Lakukan Remarketing Jika Perlu
Apa Itu Social Media marketing?
Social media marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan media sosial untuk membangun brand, menjangkau audiens, meningkatkan interaksi, hingga menghasilkan penjualan. Namun di tahun 2026, social media marketing bukan lagi sekadar rutin upload konten setiap hari.
Sekarang, media sosial telah berubah menjadi mesin pencari (social search), tempat orang mencari rekomendasi produk, review, tutorial, hingga membandingkan merek sebelum membeli. Banyak orang bahkan lebih dulu mencari informasi di TikTok, Instagram, YouTube, atau bertanya kepada AI seperti ChatGPT dibanding membuka Google.
Artinya, strategi social media marketing juga harus ikut berkembang. Konten yang dibuat bukan hanya untuk mendapatkan banyak likes, tetapi juga agar mudah ditemukan, dibagikan, direkomendasikan algoritma, bahkan dikutip oleh AI.
Di Indonesia sendiri, penggunaan media sosial masih sangat tinggi. Hampir semua kelompok usia aktif menggunakan beberapa platform sekaligus, mulai dari Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, LinkedIn, hingga WhatsApp. Setiap platform memiliki karakteristik audiens yang berbeda sehingga bisnis perlu memilih channel yang paling sesuai dengan target pasarnya.

Sumber: We Are Social
Bukan hanya itu, We Are Social juga berhasil mensurvey yang menyatakan bahwa 180 juta orang Indonesia aktif menggunakan media sosial setiap harinya dengan penggunaan Whatsapp sebagai sosial media paling unggul. Penggunaan media sosial ini juga terus meningkat setiap tahunnya.
Itulah alasannya kenapa social media marketing dikatakan efektif untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa dalam sebuah bisnis. Bisnis apa saja yang bisa melakukan social media marketing? Seluruh bisnis yang berasal dari berbagai sektor bisa melakukannya, tinggal pilih salah satu jenis media sosial yang tepat untuk bisnis kamu.
Tips Social Media Marketing Disukai Algoritma, AI, dan Audiens
Lalu, bagaimana cara menjalankan social media marketing yang efektif di tahun 2026? Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan.
1. Fokus Pada Platform yang Benar, Bukan Semua Platform
Kesalahan yang masih sering dilakukan bisnis adalah mencoba aktif di semua media sosial sekaligus. Padahal, belum tentu target audiens kamu ada di semua platform tersebut.
Sebagai contoh:
- Instagram cocok untuk membangun branding melalui visual yang menarik.
- TikTok efektif untuk menjangkau audiens baru dengan video pendek yang informatif atau menghibur.
- YouTube cocok untuk konten edukasi, review produk, hingga video berdurasi panjang.
- LinkedIn lebih tepat digunakan untuk bisnis B2B dan personal branding profesional.
- Facebook masih efektif untuk komunitas, marketplace, dan target usia yang lebih dewasa.
Daripada membuat konten seadanya di lima platform sekaligus, lebih baik fokus pada dua platform yang benar-benar digunakan oleh target pelangganmu.
2. Optimasi Facebook Marketing
Diketahui dari NapoleonCat Statistic mengatakan terdapat 210.912.500 pengguna Facebook Di Indonesia pada bulan Juni 2026, kira-kira 73,5% dari seluruh populasi.

Sumber: NapoleonCat Statistic
Mengingat lebih dari setengah penduduk Indonesia menggunakan Facebook, Facebook marketing menjadi salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan sebuah bisnis.
Yang di maksud dengan facebook marketing di sini adalah promosi atau kegiatan marketing yang dilakukan menggunakan facebook secara organik Dan yang termasuk ke dalam kegiatan marketingnya misalnya membuat postingan di beranda atau facebook page.
Kamu juga bisa melihat contohnya pada gambar dibawah:

Facebook marketing membantu meningkatkan penjualan dan membangun hubungan (komunikasi) yang lebih engaging dengan konsumen. Untuk melakukan facebook marketing, perhatikan 6 tips berikut:
- Buat tujuan yang jelas.
- Kenali target pasar kamu.
- Buat konten yang menarik.
- Jadwalkan posting konten dengan baik.
- Aktif berkomunikasi dengan konsumen.
- Tetap lakukan evaluasi setiap aktivitas bisnis yang kamu lakukan.
Selain itu, kamu juga perlu menggunakan layanan Ads yang disediakan oleh Facebook. Dimana kamu akan melakukan marketing dengan membuat iklan di Facebook dan berbayar.
Membuat iklan menjadi pilihan tepat jika kamu memiliki budget khusus marketing agar kegiatan promosi bisa lebih optimal.
Biasanya iklan Facebook ditandai dengan adanya tulisan “bersponsor (sponsored)” setelah nama akun Facebook kamu, berikut contoh iklan Facebook:

Melalui iklan tersebut, kamu lebih mudah menargetkan audiens yang lebih spesifik dengan cepat. Dan kamu juga bisa menggunakan biaya yang ingin kamu keluarkan sesuai dengan keinginan kamu.
Berikut 6 tips sukses melakukan Facebook Ads:
- Tentukan tujuan iklan.
- Tentukan target audiens yang tepat.
- Buat konten iklan yang menarik.
- Pilih format iklan yang tepat.
- Manfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh Facebook Ads.
- Konversikan iklan dengan baik.
Mungkin kamu bingung, bagaimana cara menentukan target audiens yang tepat? Fitur apa saja yang bisa digunakan? Atau bingung membuat konten yang menarik? Temukan jawabannya pada artikel 6 tips sukses melakukan Facebook Ads dan Mengenal Facebook Ads CPAS untuk Meningkatkan Perkembangan Bisnis yang telah kita bahas sebelumnya.
3. Buat Konten yang Menjawab Pertanyaan Audiens
Di tahun 2026, algoritma media sosial semakin menyukai konten yang memberikan manfaat. Bukan lagi sekadar foto produk dengan caption promo, tetapi lebih kepada konten seperti:
- Cara memilih produk yang tepat
- Tips menggunakan produk
- Kesalahan yang sering dilakukan
- Perbandingan produk
- FAQ pelanggan
- Behind the scene bisnis
- Cerita pelanggan
Konten seperti ini memiliki peluang lebih besar untuk muncul di pencarian media sosial maupun direkomendasikan oleh AI.
Gunakan format seperti:
- "5 Kesalahan Saat..."
- "Cara Memilih..."
- "Apa Bedanya..."
- "Kenapa..."
- "Tutorial..."
- "Review Jujur..."
Semakin sering kontenmu menjawab pertanyaan pengguna, semakin tinggi peluang mendapatkan engagement organik.
4. Optimalkan Social SEO
SEO sekarang bukan hanya untuk website. Instagram, TikTok, YouTube, bahkan LinkedIn sudah memiliki sistem pencarian yang cukup canggih.
Karena itu, optimalkan kontenmu dengan:
- menggunakan keyword pada caption
- memasukkan keyword pada judul video
- menambahkan keyword pada subtitle
- menggunakan alt text (jika tersedia)
- memakai hashtag yang relevan, bukan hashtag yang terlalu umum
- mengucapkan keyword utama di dalam video karena AI kini mampu memahami audio.
5. Prioritaskan Video Pendek Berkualitas
Short video masih menjadi format konten dengan performa terbaik. Namun yang berubah adalah kualitas isi kontennya. Sekarang algoritma lebih menyukai video yang:
- memberikan informasi baru
- membuat penonton bertahan hingga selesai
- sering disimpan (save)
- sering dibagikan (share)
- menghasilkan komentar yang berkualitas
Tidak perlu kamera mahal. Video sederhana yang menjawab kebutuhan audiens sering kali menghasilkan performa lebih baik dibanding video yang terlalu banyak efek tetapi minim informasi.
6. Bangun Personal Branding, Bukan Hanya Branding Perusahaan
Orang lebih percaya kepada manusia dibanding logo. Karena itu, tampilkan sosok di balik bisnis. Misalnya:
- founder membagikan pengalaman membangun bisnis;
- tim memperlihatkan proses kerja;
- customer service menjawab pertanyaan pelanggan;
- ahli di perusahaan memberikan tips sesuai bidangnya.
Konten seperti ini terasa lebih nyata dan lebih mudah meningkatkan kepercayaan pelanggan.
7. Gunakan Social Media Ads dengan Data yang Tepat
Iklan berbayar tetap penting. Namun di tahun 2026, iklan yang berhasil bukan hanya karena budget besar. Yang paling menentukan adalah kualitas datanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- gunakan Conversion API (CAPI) selain Pixel;
- buat Custom Audience dari pelanggan lama;
- manfaatkan Lookalike Audience;
- lakukan A/B Testing pada visual dan copywriting;
- optimalkan campaign berdasarkan objective bisnis, bukan sekadar reach.
Selain itu, pastikan landing page dan website memiliki pengalaman pengguna yang baik agar konversi dari iklan semakin tinggi.
Misalnya dalam Instagram marketing, kamu bisa menerapkan tips sukses melakukan Instagram Ads dalam membuat strategi iklan, cara membuat konten yang menarik, dan hashtag yang tepat untuk digunakan.
Kemudian kamu juga perlu membaca artikel mengenai cara membuat iklan di Instagtram untuk mengetahui cara membuat iklan di Instagram.
8. Kolaborasi dengan Micro dan Nano Influencer
Tidak semua bisnis membutuhkan influencer dengan jutaan followers. Justru sekarang banyak brand lebih memilih:
- Nano Influencer (1.000–10.000 followers)
- Micro Influencer (10.000–100.000 followers)
Karena biasanya mereka memiliki:
- engagement lebih tinggi
- komunitas yang lebih loyal
- biaya kerja sama lebih terjangkau
- tingkat kepercayaan yang lebih baik
Pilih influencer yang relevan dengan target pasar, bukan hanya yang memiliki followers terbanyak.
9. Integrasikan Media Sosial dengan Website dan AI Search
Media sosial tidak boleh berjalan sendiri. Ingat untuk menghubungkan seluruh channel digital yang kamu miliki, seperti:
- website
- blog
- email marketing
- WhatsApp Business
- Google Business Profile
- marketplace.
Misalnya, setelah membuat video edukasi di TikTok atau Instagram, arahkan audiens untuk membaca artikel lengkap di website. Strategi ini tidak hanya meningkatkan traffic, tetapi juga memperkuat peluang kontenmu muncul di hasil pencarian Google maupun dijadikan referensi oleh AI.
Selain itu, pastikan website memiliki konten yang berkualitas, struktur SEO yang baik, dan informasi yang konsisten dengan media sosial agar membangun kredibilitas brand di berbagai platform.
10. Lakukan Remarketing Jika Perlu
Remarketing adalah cara yang efisien untuk menampilkan iklan spesifik kepada mereka yang pernah mengunjungi website kamu sebelumnya.
Remarketing dapat membuat mereka semakin yakin untuk melakukan transaksi (pembelian). Remarketing dapat dilakukan melalui Google Ads maupun Facebook Ads. Dan salah satu cara yang paling banyak digunakan yaitu Facebook Retargeting Ads menggunakan Pixel.
Untuk melakukan remarketing, ada 4 tips yang perlu kamu perhatikan:
- Lakukan segmentasi audiens berdasarkan usia, gender, penghasilan, status sosial, atau kebiasaan konsumen.
- Lakukan pada waktu yang tepat.
- Lakukan pembaruan konten yang menarik.
- Tawarkan harga promo untuk menarik perhatian konsumen.
Nah untuk mengetahui secara detail mengenai 4 tips di atas, kamu bisa membaca pada artikel sebelumnya mengenai 4 tips melakukan remarketing campaign.
Siap Memenangkan Social Media Marketing di Era AI?
Jika kamu ingin hasil social media marketing yang lebih optimal, bekerja sama dengan Jasa Iklan Sosial Media adalah jawabannya. Didukung oleh tim Social Media Specialist, Content Creator, Designer, Copywriter, dan Digital Marketing Consultant yang berpengalaman, Whello membantu menyusun strategi mulai dari riset audiens, pembuatan konten, pengelolaan iklan, hingga optimasi performa berdasarkan data.
Dengan pengalaman membantu berbagai bisnis dari beragam industri, Whello siap menjadi partner yang membantu meningkatkan brand awareness, engagement, leads, hingga penjualan. Jadi, jika kamu ingin bisnis tetap unggul di era AI dan mendapatkan hasil maksimal dari social media marketing, jangan ragu untuk kontak Whello dan temukan strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu!
Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Yuda Pramudyatama
Digital Marketing Consultant
Hai, perkenalkan namaku Yuda, Digital Marketing Consultant di Whello Indonesia. Yuk bareng-bareng belajar digital marketing lebih dalam!

























