Multiple Website untuk Bisnis: Perlukah Punya Lebih dari Satu Website?
durasi baca : 2 menit
Memiliki website sudah menjadi bagian penting atau bahkan umum dalam strategi digital bisnis. Website bukan hanya tempat menampilkan informasi perusahaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kredibilitas, mendapatkan pelanggan, menjual produk, hingga mendukung strategi SEO.
Namun, yang menjadi pertanyaan: apakah satu website saja sudah cukup, atau bisnis perlu memiliki lebih dari satu website?
Multiple website dapat menjadi solusi ketika bisnis memiliki beberapa brand, lini usaha, target pasar, atau lokasi yang berbeda. Namun, memiliki banyak website juga berarti menambah pekerjaan dalam hal konten, maintenance, keamanan, biaya, dan SEO.
Jadi, kapan bisnis membutuhkan multiple website dan kapan sebaiknya tetap menggunakan satu website? Berikut pembahasannya.
Apa Itu Multiple Website?
Multiple website adalah kondisi ketika sebuah bisnis atau organisasi mengelola lebih dari satu website untuk tujuan, brand, produk, layanan, lokasi, atau target audiens yang berbeda.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki brand utama sekaligus tiga sub-brand. Daripada seluruh informasi dimasukkan ke dalam satu domain, masing-masing sub-brand dapat memiliki website sendiri dengan identitas, konten, dan strategi pemasaran yang berbeda.
Apakah Bisnis Harus Memiliki Banyak Website?
Tidak. Memiliki lebih dari satu website bukan merupakan kewajiban bagi setiap bisnis.
Bahkan, untuk banyak bisnis, satu website yang dikelola dengan baik bisa lebih efektif daripada memiliki beberapa website yang tidak terurus.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan menjual furniture dan dekorasi rumah dengan satu brand. Meskipun memiliki puluhan kategori produk, perusahaan tersebut belum tentu membutuhkan website berbeda untuk setiap kategori.
Website baru mulai lebih masuk akal apabila terdapat perbedaan yang signifikan, misalnya:
- Brand memiliki identitas yang berbeda.
- Target audiens benar-benar berbeda.
- Produk atau layanan memiliki positioning yang berbeda.
- Bisnis memiliki cabang atau franchise dengan kebutuhan lokal.
- Terdapat kebutuhan operasional atau legal untuk memisahkan unit bisnis.
- Ada rencana menjadikan unit bisnis sebagai entitas yang berdiri sendiri.
Jadi, jangan membuat website kedua hanya karena bisnis memiliki produk baru. Pertimbangkan terlebih dahulu apakah produk tersebut memang membutuhkan aset digital yang berdiri sendiri.
One Website vs Multiple Website: Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban pasti untuk hal ini. Jawabannya tergantung pada struktur dan tujuan bisnis.
Aspek | One Website | Multiple Website |
Pengelolaan | Lebih sederhana | Lebih kompleks |
Biaya | Cenderung lebih rendah | Cenderung lebih tinggi |
SEO | Authority terpusat | Authority terbagi |
Branding | Terpusat | Bisa lebih spesifik |
Target audiens | Bisa luas | Bisa lebih tersegmentasi |
Maintenance | Lebih mudah | Membutuhkan resource lebih besar |
Banyak brand | Kurang ideal | Bisa lebih sesuai |
Banyak lokasi | Bisa dengan halaman lokasi | Bisa jika tiap lokasi perlu identitas mandiri |
One website biasanya cocok untuk bisnis yang masih menggunakan satu brand dan memiliki produk atau layanan yang masih berkaitan.
Sementara itu, multiple website dapat lebih relevan untuk perusahaan dengan beberapa brand independen, franchise, lini bisnis yang sangat berbeda, atau target pasar yang membutuhkan pengalaman digital yang berbeda.
Apa Dampak Multiple Website terhadap SEO?
Multiple website memiliki dampak terhadap SEO yang perlu dipertimbangkan sejak awal. Setiap domain dapat difokuskan pada target audiens, keyword, konten, dan strategi SEO yang berbeda, misalnya satu website untuk pasar B2B dan lainnya untuk B2C.
Namun, memiliki beberapa domain juga berarti authority SEO harus dibangun secara terpisah. Jika satu website memungkinkan backlink, konten, reputasi domain, dan berbagai sinyal SEO terkonsentrasi pada satu aset, multiple website membuat upaya tersebut terbagi ke beberapa domain.
Artinya, bisnis perlu memiliki resource yang cukup untuk melakukan:
- Keyword research.
- Technical SEO.
- Content marketing.
- Internal linking.
- Link building.
- Monitoring ranking.
- Website maintenance.
- Analisis traffic dan conversion.
Risiko Memiliki Terlalu Banyak Website
Memiliki beberapa website memang memberikan fleksibilitas, tetapi jumlah website yang terlalu banyak dapat menciptakan persoalan baru. Berikut beberapa risikonya :
1. Biaya Operasional
Setiap website dapat membutuhkan domain, hosting, backup, keamanan, maintenance, pengembangan, serta produksi konten.
2. Beban Pengelolaan
Bayangkan sebuah tim harus memperbarui informasi produk di lima website sekaligus. Kesalahan kecil seperti nomor telepon, alamat, harga, atau informasi layanan yang tidak diperbarui dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan.
3. Risiko Konten yang Terlalu Mirip
Jika lima website menggunakan konten yang hampir sama, bisnis perlu mempertimbangkan kembali apakah pemisahan domain tersebut benar-benar diperlukan.
4. Fragmentasi SEO
Resource yang seharusnya digunakan untuk memperkuat satu domain dapat tersebar ke beberapa website.
5. Pelanggan Bingung
Terlalu banyak website juga dapat membuat pelanggan bingung, terutama apabila hubungan antara brand utama dan sub-brand tidak dijelaskan dengan baik.
Multiple Website untuk Bisnis dengan Banyak Brand & Lokasi
Multiple website dapat menjadi pilihan menarik bagi perusahaan dengan banyak brand. Biasanya berlaku untuk franchise atau bisnis dengan banyak lokasi. Namun, bisnis dengan banyak lokasi tidak selalu membutuhkan website berbeda untuk setiap cabang.
Website terpisah untuk lokasi tertentu baru dapat dipertimbangkan ketika cabang tersebut memiliki kebutuhan yang benar-benar berbeda, misalnya positioning, layanan, tim, atau operasional lokal.
Bagaimana Cara Menentukan Apakah Bisnis Membutuhkan Multiple Website?
Sebelum membuat website kedua, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:
1. Apakah brand-nya benar-benar berbeda?
Jika masih menggunakan brand yang sama, satu website mungkin sudah cukup.
2. Apakah target audiensnya berbeda secara signifikan?
Perbedaan audiens dapat menjadi alasan untuk membuat pengalaman digital yang berbeda, tetapi belum otomatis berarti harus menggunakan domain baru.
3. Apakah produk atau layanan memiliki positioning yang berbeda?
Jika produk masih memiliki hubungan erat dengan bisnis utama, kategori atau subfolder mungkin sudah memadai.
4. Apakah tim mampu mengelola website tambahan?
Pertimbangkan siapa yang bertanggung jawab terhadap konten, keamanan, SEO, desain, development, dan maintenance.
5. Apakah anggaran mencukupi untuk jangka panjang?
Hitung bukan hanya biaya pembuatan, tetapi juga domain, hosting, maintenance, konten, SEO, dan pengembangan.
6. Apakah ada kebutuhan bisnis untuk memisahkan unit tersebut?
Jika ada rencana menjual, memisahkan, atau mengembangkan sebuah unit bisnis sebagai entitas independen, website terpisah dapat memberikan fleksibilitas lebih besar.
Jadi, Apakah Bisnis Perlu Memiliki Multiple Website?
Multiple website bukanlah hal yang wajib, melainkan pilihan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Satu website sudah cukup untuk bisnis dengan satu brand dan target pasar yang saling berkaitan, sedangkan multiple website dapat dipertimbangkan untuk bisnis dengan beberapa brand, target pasar, lokasi, atau unit usaha yang berbeda.
One Website atau Multiple Website, Whello Siap Membantu!
Jika masih bingung menentukan apakah bisnis Anda membutuhkan satu atau beberapa website, Whello dapat membantu mulai dari strategi hingga implementasi.
Melalui jasa pembuatan website, Whello menawarkan website multilanguage yang responsif, user-friendly, SEO-friendly, dan dirancang berdasarkan kebutuhan bisnis.
Whello juga menyediakan layanan SEO untuk membantu meningkatkan visibilitas website melalui analisis kompetitor, keyword research, site audit, optimasi struktur, konten, dan internal linking.
Dengan pendekatan tersebut, website untuk bisnis dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, pencarian organik, pengalaman pengguna, dan perkembangan ekosistem AI search kedepannya.
Frequently Asked Questions
Multiple website adalah strategi ketika sebuah bisnis atau perusahaan mengelola lebih dari satu website untuk brand, produk, layanan, lokasi, atau target audiens yang berbeda.
Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Yuda Pramudyatama
Digital Marketing Consultant
Hai, perkenalkan namaku Yuda, Digital Marketing Consultant di Whello Indonesia. Yuk bareng-bareng belajar digital marketing lebih dalam!




















