Biar Website Lebih Dikenali AI, Kenali Schema AI Citations!
durasi baca : 3 menit
Di era AI search seperti sekarang, mengandalkan SEO saja mulai terasa kurang cukup. Website juga perlu dipersiapkan agar informasi di dalamnya mudah dipahami, dipercaya, dan berpeluang digunakan sebagai sumber dalam jawaban AI. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menerapkan schema AI markup secara tepat.
Lalu, apa sebenarnya hubungan schema dengan AI citations? Schema apa yang sebaiknya digunakan dan bagaimana cara menerapkannya? Yuk, simak pembahasannya dan cari tahu bagaimana schema dapat membantu website lebih siap menghadapi perkembangan AI search.
Apa Itu Schema AI Citations?
Schema AI Citations bisa dipahami sebagai penggunaan schema markup untuk membantu mesin pencari dan sistem AI memahami informasi yang ada di sebuah website dengan lebih jelas.
Schema markup sendiri merupakan data terstruktur yang ditambahkan ke halaman website untuk memberikan konteks tentang isi halaman, seperti nama bisnis, produk, artikel, penulis, lokasi, atau informasi lainnya.
Lalu, apa hubungannya dengan AI citations? Ketika informasi di website tersusun dengan jelas, mesin pencari dan sistem AI menjadi lebih mudah memahami siapa kamu, apa yang ditawarkan, dan informasi apa yang tersedia di website.
Hal ini dapat membantu website lebih mudah dikenali dan berpeluang digunakan sebagai sumber atau citation dalam jawaban AI.
Kenapa Schema Markup Penting di Era AI Search?
Schema markup memang sudah lama digunakan dalam SEO, terutama untuk membantu search engine memahami dan menampilkan informasi website dengan lebih jelas.
Namun, SEO di era AI search, perannya menjadi semakin menarik karena struktur data dapat membantu AI memahami konteks suatu konten dengan lebih cepat.
Misalnya, schema FAQPage memberi tanda bahwa sebuah halaman berisi pertanyaan dan jawaban, sehingga informasinya lebih mudah dikenali sesuai dengan pertanyaan yang sedang dicari pengguna. Artinya, schema markup bisa menjadi salah satu fondasi agar konten website lebih mudah dipahami oleh AI.
Website dengan struktur data yang rapi memiliki peluang lebih besar untuk memberikan konteks yang jelas dibandingkan konten yang hanya disajikan sebagai teks biasa. Meski begitu, schema bukan jaminan website akan mendapatkan citation, karena kualitas, relevansi, dan kredibilitas konten tetap menjadi faktor penting.
Schema Apa yang Sebaiknya Digunakan untuk Website?
Tidak semua schema harus dipasang sekaligus. Jenis schema yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan isi website. Berikut beberapa schema yang bisa dipertimbangkan:
1. FAQPage
Cocok untuk halaman yang memiliki format pertanyaan dan jawaban. Schema ini membantu AI memahami bagian mana yang berisi pertanyaan dan jawabannya sehingga informasinya lebih mudah diproses.
2. HowTo
Digunakan untuk konten yang menjelaskan cara melakukan sesuatu secara bertahap. Struktur langkah yang jelas dapat membantu AI memahami dan menyusun informasi prosedural.
3. Article / BlogPosting
Cocok untuk artikel atau konten blog yang mencantumkan penulis dan tanggal publikasi. Schema ini membantu memberikan konteks mengenai siapa yang membuat konten dan seberapa baru informasinya.
4. Person
Schema ini digunakan untuk menjelaskan identitas penulis atau orang yang terkait dengan konten. Informasi tersebut dapat membantu mesin memahami kredibilitas dan keahlian penulis.
5. Organization
Cocok untuk website bisnis yang ingin memperjelas identitas brand atau perusahaan. Schema ini membantu mesin pencari dan AI membedakan satu brand dengan entitas lain yang memiliki nama serupa.
6. LocalBusiness
Sangat berguna untuk bisnis yang memiliki lokasi fisik, seperti restoran, klinik, toko, atau kantor. Informasi seperti alamat, jam operasional, dan lokasi dapat membantu website lebih mudah dipahami untuk pencarian lokal.
7. BreadcrumbList
Digunakan untuk menunjukkan struktur dan hierarki halaman website. Schema ini membantu mesin memahami hubungan antara halaman utama, kategori, dan halaman yang sedang dibuka.
Schema AI Citations yang Benar Itu Seperti Apa?
Schema AI Citations yang benar bukan sekadar memasang schema sebanyak mungkin di website. Yang paling penting adalah schema harus sesuai dengan isi halaman dan informasi yang ditandai harus benar-benar ada di halaman tersebut. Misalnya, jika halaman berisi pertanyaan dan jawaban, gunakan FAQPage.
Jika membahas langkah-langkah melakukan sesuatu, gunakan HowTo. Selain itu, informasi dalam schema harus akurat, lengkap, dan konsisten dengan konten yang terlihat oleh pengguna. Jangan memasukkan informasi yang tidak ada di halaman hanya untuk membuat website terlihat lebih relevan di mata AI.
Bagaimana Schema Bisa Membantu Mendapatkan AI Citations?
Schema membantu AI memahami isi dan konteks website dengan lebih jelas. Misalnya, schema Article dapat menunjukkan bahwa sebuah halaman merupakan artikel, lengkap dengan informasi penulis dan tanggal publikasi.
Sementara itu, FAQPage dapat membantu AI mengenali bagian yang berisi pertanyaan dan jawaban.
Ketika informasi di website tersusun dengan struktur yang jelas, AI lebih mudah menghubungkan konten tersebut dengan pertanyaan yang diberikan pengguna. Hal ini dapat meningkatkan peluang website dipahami, dipilih, dan dicantumkan sebagai sumber (citation) dalam jawaban AI.
Cara Menerapkan Schema Markup untuk Website
Menerapkan schema markup sebenarnya tidak harus rumit. Yang penting, schema yang dipilih sesuai dengan jenis konten dan informasi yang ada di halaman website. Berikut langkah sederhananya:
A. Tentukan Jenis Schema yang Sesuai
Kenali dulu isi halaman website. Misalnya, gunakan Article untuk artikel, FAQPage untuk halaman tanya jawab, Organization untuk informasi perusahaan, atau LocalBusiness untuk bisnis yang memiliki lokasi fisik.
B. Buat Struktur Schema
Schema biasanya dibuat menggunakan format JSON-LD dan ditempatkan pada kode halaman website. Informasi yang dimasukkan harus sesuai dengan konten yang benar-benar tersedia di halaman.
C. Pasang Schema pada Halaman yang Relevan
Setelah dibuat, tambahkan kode schema ke halaman yang sesuai. Tidak perlu memasang semua jenis schema di setiap halaman karena justru bisa membuat struktur data menjadi tidak relevan.
D. Cek Apakah Schema Sudah Benar
Sebelum selesai, lakukan validasi untuk memastikan tidak ada kesalahan pada struktur atau informasi yang diberikan. Schema yang valid akan membantu search engine memahami data di halaman dengan lebih baik.
E. Perbarui Schema Jika Informasi Berubah
Schema bukan sesuatu yang cukup dipasang sekali lalu dilupakan. Jika ada perubahan seperti nama penulis, alamat, jam operasional, atau isi konten, pastikan informasi dalam schema juga ikut diperbarui.
Selain Schema, Apa yang Bisa Dilakukan agar Website Lebih Berpeluang Mendapat AI Citations?
Schema memang membantu AI memahami struktur website, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Ada beberapa langkah lain yang bisa dilakukan agar website lebih mudah dipahami dan berpeluang dijadikan sumber oleh AI.
1. Buat Konten yang Relevan dan Benar-Benar Menjawab Pertanyaan
Fokus pada kebutuhan pengguna. Buat konten yang langsung menjawab pertanyaan, memberikan informasi yang jelas, dan tidak sekadar dibuat untuk mengejar keyword.
2. Gunakan Informasi yang Akurat dan Terpercaya
AI membutuhkan sumber yang dapat dipercaya. Karena itu, gunakan data yang valid, cantumkan sumber jika diperlukan, dan perbarui informasi yang sudah tidak relevan.
3. Perjelas Siapa yang Membuat Konten
Cantumkan nama penulis, profil, pengalaman, atau informasi tentang perusahaan jika relevan. Hal ini membantu memberikan konteks mengenai siapa yang bertanggung jawab atas informasi tersebut.
4. Buat Struktur Konten yang Mudah Dipahami
Gunakan heading, subheading, bullet point, tabel, dan paragraf yang tidak terlalu panjang. Struktur yang rapi membuat konten lebih mudah dibaca, baik oleh pengguna maupun mesin.
5. Perkuat Kredibilitas Website
Bangun reputasi website melalui konten berkualitas, referensi yang relevan, serta penyebutan dari sumber atau website lain yang terpercaya. Semakin jelas kredibilitas sebuah brand, semakin kuat pula fondasi website untuk bersaing di AI search.
6. Perbarui Konten Secara Rutin
Informasi yang sudah lama bisa membuat konten kehilangan relevansinya. Lakukan pembaruan ketika ada data, tren, produk, atau informasi baru agar website tetap fresh dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Optimasi Website di Era AI dengan Whello!
Perubahan cara orang mencari informasi membuat bisnis perlu melihat SEO dari perspektif yang lebih luas. Website sekarang bukan hanya perlu dioptimalkan agar muncul di Google, tetapi juga perlu dipersiapkan agar informasinya mudah dipahami oleh mesin pencari dan sistem AI.
Masih belum yakin bagaimana cara mempersiapkan website untuk perubahan cara orang mencari informasi? Jasa SEO Whello bisa membantu merancang strategi SEO dan digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Seiring berkembangnya Generative Engine Optimization (GEO), cara mengoptimalkan website juga perlu ikut beradaptasi. Website tidak cukup hanya dioptimalkan agar muncul di hasil pencarian, tetapi juga perlu memiliki konten yang jelas, relevan, dan mudah dipahami oleh mesin pencari generatif.
Dengan fondasi SEO yang tepat, bisnis kamu bisa lebih siap menghadapi era AI dan meningkatkan peluang untuk ditemukan ketika calon pelanggan mencari informasi melalui AI. Yuk konsultasi dulu dengan Whello, gratis kok!
Frequently Asked Questions
Bisa membantu, tetapi tidak menjamin website mendapatkan citation.
Suka Artikel Ini?
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Sylvia Paramitha
Copywriter
Hai! Kenalin aku Sylvia Paramitha, copywriter alias orang dibalik kata-kata kreatif di Whello Indonesia. Yuk kenalan!


























