5 Strategi Content Marketing Untuk Bisnis Kamu

1 menit

Content marketing merupakan salah satu strategi marketing (pemasaran) secara online yang berfokus dalam merencanakan, membuat dan mendistribusikan konten yang relevan, konsisten, dan mampu menarik perhatian audience (pembaca) sehingga membuat mereka tertarik menggunakan produk atau jasa bisnis kamu.

Apakah content marketing penting bagi bisnis online? Jawabannya adalah “sangat penting”. Lyfe Marketing mengatakan bahwa 78% customer mengetahui sebuah bisnis melalui artikel dibandingkan iklan. Selain itu, 70% customer lebih percaya dengan sebuah bisnis yang menyediakan berbagai jenis konten.

Sumber: Lyfe Marketing

Saat melakukan content marketing, dibutuhkan strategi yang tepat supaya mampu menarik banyak calon customer. Berikut 5 strategi content marketing penting untuk kamu ketahui:

1. Tentukan Tujuan Marketing Kamu

Saat melakukan content marketing, kamu akan dituntut untuk membuat konten yang relevan dengan bisnis kamu, tujuannya untuk menyakinkan dan menumbuhkan brand awareness yang baik terhadap pembaca, sehingga mereka tertarik untuk menggunakan bisnis kamu.

Dengan mengetahui tujuan marketing akan mempermudah kamu untuk menciptakan konten yang relevan. Misalnya ketika kamu sudah menetapkan tujuan marketing kamu untuk menjual jasa website, berarti kamu harus mampu menciptakan konten yang berkaitan dengan website.

2. Tentukan Buyer Persona

Sebelum melakukan content marketing, kamu juga harus mengetahui target audiens atau biasa dikenal dengan buyer persona. Karena ketika melakukan content marketing, konten yang kamu buat juga harus memenuhi kebutuhan target audiens.

Dengan membuat konten yang sesuai dengan kebutuhan target audiens, maka akan mempermudah kamu untuk menarik perhatian mereka, sehingga mereka tertarik menggunakan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Bagaimana cara mengetahui buyer persona?

Untuk mengetahui buyer persona kamu bisa memasang kode Google Analytic di website kamu. Dengan Google Analytic kamu bisa mengetahui beberapa data mengenai audiens atau visitor website kamu seperti umur, gender, halaman website yang sering dikunjungi audiens dan sebagainya.

3. Buat Konten yang Berkualitas dan Sesuai Tren

Membuat konten yang berkualitas, satu hal yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengetahui topik yang sedang trending di mesin pencari Google. Untuk mengetahuinya, kamu bisa menggunakan Google Trends.

Setelah mengetahui topik yang sedang tren, langkah selanjutnya yaitu memilih dan menyesuaikan topik yang sedang tren tersebut dengan bisnis kamu.

Misalnya bisnis kamu mengenai jasa digital marketing, sedangkan tren saat ini berbicara mengenai “Affiliate Marketing”, sehingga content marketing yang bisa kamu lakukan yaitu membuat artikel mengenai Affiliate Marketing.

Ketika membuat konten, ada beberapa tipe-tipe konten yang bisa kamu buat agar konten kamu lebih bervariasi. Tujuannya adalah supaya lebih banyak menarik perhatian audiens (pembaca) dan pembaca tidak bosan dengan konten kamu.

Berikut beberapa tipe konten yang bisa kamu :

  • E-Book.
  • Infografis.
  • Video.
  • Audio.
  • Artikel Blog.
  • Webinar.
  • Slide presentasi.

Baca juga: Tips Menulis Konten Berkualitas untuk Optimalisasi SEO.

4. Distribusikan Konten Kamu

Setelah menghasilkan konten yang berkualitas dan sesuai dengan target audiens kamu, langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan yaitu mendistribusikan (promosi) konten kamu.

Untuk mendistribusikan konten, kamu bisa memanfaatkan berbagi platform media sosial, blog pribadi atau berbagai forum diskusi yang sesuai dengan bisnis kamu.

Alangkah baiknya jika kamu mendistribusikan konten kamu pada semua jenis platform agar lebih banyak diketahui oleh banyak orang. Semakin banyak orang yang mengetahui konten yang kamu buat, maka semakin mudah untuk kamu menemukan calon klien.

5. Evaluasi Konten

Langkah terakhir yang perlu kamu lakukan yaitu mengevaluasi konten yang telah kamu distribusikan. Evaluasi konten dapat menjadi acuan untuk membuat konten selanjutnya agar kualitas konten kamu terus meningkat.

Bagaimana caranya? Kamu juga bisa menggunakan Google Analytic. Kamu bisa melihat perkembangan website kamu setelah melakukan content marketing.

Misalnya banyak audiens yang membaca halaman artikel mengenai Affiliate Marketing, maka kamu harus mengoptimalkan halaman tersebut ketika membuat konten berikutnya.

Itulah 5 strategi content marketing yang dapat menjadi panduan kamu ketika melakukannya. Apakah sebelumnya kamu sudah pernah melakukan content marketing? Strategi seperti apa yang biasa kamu lakukan? Mari kita diskusi di kolom komentar dibawah ini.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *